Friday, 30 October 2026
Daerah

BPBD Penajam Salurkan 1,93 Juta Liter Air Bersih Selama Musim Kemarau

Truk tangki air merah di malam hari dengan warga berkumpul di sekitarnya saat penyaluran air bersih

PENAJAM PASER UTARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus mengintensifkan penanganan dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Selain fokus pada pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tim gabungan sejauh ini telah menyalurkan hampir dua juta liter air bersih untuk mengatasi krisis air yang dialami warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, menyampaikan bahwa total kumulatif bantuan air bersih yang disalurkan sejak 8 Agustus hingga 30 Oktober 2026 mencapai 1.935.700 liter, melalui 61 kali pengiriman ke berbagai lokasi yang terdampak krisis air. Angka pastinya penting dicatat, karena judul yang menyebut dua juta liter merupakan pembulatan dari total tersebut.

Penyaluran dilaksanakan di empat kecamatan, termasuk wilayah Kecamatan Sepaku yang merupakan kawasan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran Sepaku dalam daftar wilayah penyaluran menunjukkan bahwa krisis air ini tidak hanya menyasar permukiman terpencil, tetapi juga kawasan yang sedang berkembang pesat sebagai pusat pemerintahan baru.

Penyaluran terbaru dilakukan pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan sasaran Kelurahan Sesumpu dan Kelurahan Gunung Seteleng di Kecamatan Penajam, serta Desa Rintik di Kecamatan Babulu. Dalam satu hari itu saja, tim menyalurkan 60.000 liter air melalui 12 trip pengiriman. Skala harian semacam ini menggambarkan betapa besar kebutuhan air warga di tengah kemarau yang berkepanjangan.

Penyaluran dilakukan langsung ke tandon atau tempat penampungan air warga dan fasilitas umum. Pasokan air berasal dari dua titik utama, yakni Penampungan Air Pembibitan Disperkimtan dan sumber air milik warga di Desa Rintik. Dua sumber ini menjadi penopang utama distribusi selama masa tanggap darurat kekeringan.

Kelancaran distribusi disebut merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang melibatkan BPBD Penajam Paser Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta aparat desa dan kelurahan setempat. Kolaborasi lintas instansi ini memastikan armada tangki bisa bergerak cepat dan tepat sasaran.

Sasaran distribusi tidak terbatas pada rumah tangga. Air bersih juga disalurkan ke permukiman, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas pelayanan publik. Dengan cara ini, aktivitas pendidikan, ibadah, dan pelayanan publik tetap bisa berjalan normal meski pasokan air dari sumber biasa terganggu kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen terus memantau kebutuhan warga dan menyiagakan armada tangki agar distribusi bisa dipercepat selama masa tanggap darurat kekeringan. Komitmen ini penting, karena selama kemarau belum mereda, kebutuhan dasar akan air bersih tetap menjadi penentu utama kesejahteraan warga dari hari ke hari.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BPBD Penajam Paser Utara telah menyalurkan 1.935.700 liter air bersih sejak 8 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
  • Penyaluran dilakukan melalui 61 kali pengiriman di empat kecamatan, termasuk Kecamatan Sepaku di kawasan Ibu Kota Nusantara.
  • Penyaluran terbaru pada 29 Oktober 2026 menyasar Sesumpu, Gunung Seteleng, dan Rintik dengan 60.000 liter lewat 12 trip.
  • Air disalurkan langsung ke tandon warga dan fasilitas umum, dari Penampungan Air Pembibitan Disperkimtan dan sumber air warga di Rintik.
  • Distribusi melibatkan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Disperkimtan, serta aparat desa dan kelurahan.
  • Sasaran distribusi meliputi permukiman, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas pelayanan publik.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *