Thursday, 29 October 2026
Ekonomi

Program KUR Dukung Sekitar 12 Juta Lapangan Kerja UMKM hingga Oktober 2026

Pelaku usaha mikro kecil menengah melayani pembeli di tempat usahanya

Pemerintah melaporkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mendukung sekitar 12 juta lapangan kerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga Oktober 2026. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, di Badung, Bali, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Angka 12 juta lapangan kerja itu merupakan perkiraan yang diperoleh dari jumlah debitur UMKM yang tercatat hingga Oktober, yakni 4,2 juta debitur, dikalikan rata-rata 3 hingga 4 pekerja per usaha. Dengan asumsi tersebut, setiap pinjaman KUR yang disalurkan kepada satu pelaku usaha diperkirakan menopang pekerjaan bagi beberapa orang di sekitar usaha itu.

Perluasan akses pembiayaan UMKM tetap menjadi prioritas pemerintah karena sektor ini dinilai sebagai tulang punggung perekonomian nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar hingga ke pelosok, sehingga dukungan pembiayaan bagi sektor ini berdampak langsung pada kesejahteraan banyak keluarga.

Dampak program ini, menurut Ferry, melampaui sekadar penciptaan lapangan kerja. Program ini membantu meningkatkan penghasilan rumah tangga dan kesejahteraan keluarga pemilik usaha. Para penerima manfaat terpantau mampu menyekolahkan anak-anak mereka, membangun atau merenovasi rumah, dan mengembangkan usaha mereka ke skala yang lebih besar. Dengan kata lain, kredit usaha yang tepat sasaran dapat mengubah kondisi ekonomi satu keluarga secara bertahap.

Penyaluran KUR dijalankan melalui Komite Pembiayaan UMKM, sebuah badan lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta kementerian dan lembaga sektoral terkait. Pinjaman diarahkan ke sektor produktif strategis, antara lain industri padat karya, perumahan terjangkau, serta mesin dan peralatan pertanian.

Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam evaluasi program, analisis kebijakan, dan rekomendasi strategis. Ferry menegaskan bahwa kerja sama dengan Bank Dunia secara ketat hanya berfokus pada rekomendasi teknis kebijakan untuk perbaikan program ke depan, bukan pembiayaan pinjaman secara langsung.

Perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan pengusaha rentan. Evaluasi terhadap segmen kredit super mikro menunjukkan peran penting perempuan dalam usaha akar rumput, sekaligus kebutuhan akan dukungan modal khusus, pendampingan, dan inisiatif pemberdayaan bagi mereka. Dukungan yang menyasar kelompok ini diharapkan memperkuat usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Rata-rata, setiap peminjam mempekerjakan tiga hingga empat orang,” kata Ferry Irawan. Pernyataan itu menjadi dasar perhitungan 12 juta lapangan kerja yang didukung program KUR hingga Oktober 2026.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemerintah melaporkan program KUR telah mendukung sekitar 12 juta lapangan kerja UMKM hingga Oktober 2026, berdasarkan 4,2 juta debitur dengan rata-rata 3 hingga 4 pekerja per usaha.
  • Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, di Badung, Bali, pada 29 Oktober 2026.
  • Dampak program melampaui penciptaan lapangan kerja, antara lain meningkatkan penghasilan rumah tangga, membiayai sekolah anak, serta membangun atau merenovasi rumah.
  • Penyaluran KUR dijalankan Komite Pembiayaan UMKM lintas kementerian dan diarahkan ke sektor produktif strategis seperti industri padat karya, perumahan terjangkau, dan peralatan pertanian.
  • Kerja sama dengan Bank Dunia dan ADB berfokus pada evaluasi, analisis kebijakan, dan rekomendasi strategis, bukan pembiayaan pinjaman secara langsung.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *