Petani di Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, mulai mengolah lahan sawah mereka pada Jumat, 30 Oktober 2026. Dengan traktor tangan, mereka membajak petak-petak sawah yang sudah tergenang air, menandai dimulainya musim tanam rendengan, yaitu musim tanam utama yang mengandalkan datangnya musim hujan.
Dari udara, hamparan sawah itu tampak seperti petak-petak yang tersusun rapi. Sebagian petak sudah hijau oleh tanaman muda, sebagian masih berupa lumpur cokelat yang baru dibalik. Di tengah hamparan itu, seorang petani tampak mengendalikan traktor tangan, melintasi petak yang tergenang air keruh. Pemandangan ini menjadi penanda bahwa roda musim tanam di kawasan itu kembali berputar setelah masa jeda.
Musim tanam rendengan menjadi masa yang ditunggu petani. Pada masa inilah lahan dipersiapkan secara menyeluruh: tanah dibajak, digenangi, lalu diratakan sebelum benih ditanam. Persiapan yang matang menentukan hasil panen berbulan-bulan kemudian, karena tanaman padi membutuhkan lahan yang gembur dan air yang cukup sejak awal pertumbuhannya.
Data Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat yang dikutip dalam laporan foto tersebut memberi gambaran tentang skala pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Total lahan sawah baku di 12 kecamatan di kabupaten itu mencapai 9.821,89 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan yang sudah ditanami untuk musim rendengan baru 39,30 hektare. Sisanya masih berada pada tahap persiapan lahan.
Angka itu menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Aceh Barat baru berada di garis awal musim tanam. Traktor-traktor tangan yang kini bergerak di petak-petak sawah adalah bagian dari tahap persiapan itu. Setelah pembajakan selesai, petani masih harus meratakan lahan, mengatur air, dan menyiapkan benih sebelum penanaman massal benar-benar dimulai.
Bagi daerah yang menggantungkan sebagian penghidupan warganya pada pertanian padi, kelancaran musim tanam rendengan bukan sekadar urusan teknis di sawah. Ia berkaitan dengan ketersediaan pangan, pendapatan keluarga petani, dan pasokan beras di pasar-pasar lokal pada musim panen nanti. Karena itu, setiap tahap, mulai dari pembajakan hingga penanaman, menjadi penting untuk dikawal.
Di Paya Lumpat, pekerjaan itu kini sudah berjalan. Petani membajak dengan traktor tangan, air hujan mulai menggenangi petak, dan lahan-lahan yang semula kering perlahan berubah menjadi lumpur siap tanam. Jika cuaca mendukung dan persiapan berjalan lancar, petak-petak yang kini masih dalam tahap pengolahan itu akan segera menghijau oleh tanaman padi muda.
Apa poin penting dari berita ini?
- Petani di Desa Paya Lumpat, Samatiga, Aceh Barat, mulai mengolah lahan sawah pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Pengolahan dilakukan dengan traktor tangan untuk menyambut musim tanam rendengan, musim tanam utama pada musim hujan.
- Total lahan sawah baku di 12 kecamatan Aceh Barat mencapai 9.821,89 hektare.
- Lahan yang sudah ditanami untuk musim rendengan baru 39,30 hektare, sisanya masih dalam tahap persiapan lahan.


