Saturday, 31 October 2026
Kesehatan

DPR Minta IAKMI Hasilkan Rekomendasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Bukti

Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari menghadiri Kongres Nasional Ke-16 IAKMI di kompleks parlemen, Jakarta

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari meminta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia atau IAKMI menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk memperkuat pelayanan kesehatan. Permintaan itu disampaikan dalam Kongres Nasional Ke-16 IAKMI yang digelar bersamaan dengan Forum Ilmiah Tahunan Ke-12 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurut Sari, kongres organisasi profesi tersebut perlu menjadi ruang konsolidasi pemikiran, pertukaran pengetahuan, penguatan profesionalisme, dan perumusan gagasan untuk menjawab tantangan kondisi kesehatan Indonesia saat ini.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan pemikiran yang tidak hanya berhenti pada diskusi akademik, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata yang manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Kesehatan, kata Sari, merupakan salah satu kebutuhan dasar dan fondasi pembangunan bangsa, sekaligus hak dasar setiap warga negara. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945, setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan dan negara bertanggung jawab menyediakan fasilitas pelayanan yang layak.

Pembangunan kesehatan, lanjutnya, harus memastikan setiap warga negara di mana pun mereka tinggal dan apa pun kondisi sosial maupun ekonominya memiliki kesempatan yang adil untuk hidup sehat. Keadilan akses menjadi tolok ukur utama, bukan sekadar ketersediaan fasilitas di kota-kota besar.

Sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari beban penyakit menular maupun penyakit tidak menular, masalah gizi, stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan dan keterbatasan akses pelayanan.

Tantangan-tantangan itu, menurut Sari, tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperluas layanan pengobatan. Sistem kesehatan juga harus diperkuat agar mampu mencegah masyarakat jatuh sakit sejak awal.

Salah satu kuncinya adalah mendeteksi risiko-risiko kesehatan lebih dini dan memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tersedia secara merata. Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan mahal untuk ditangani.

Karena itu, Sari berharap forum IAKMI berlangsung lancar, menghasilkan gagasan yang konstruktif, memperkuat persatuan dan profesionalisme, serta melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan nasional.

Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi agar transformasi kesehatan tidak hanya menjadi agenda kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Bagi IAKMI sebagai organisasi profesi ahli kesehatan masyarakat, kongres ini menjadi momentum penting. Rekomendasi yang lahir dari forum ilmiah diharapkan dapat menjadi masukan konkret bagi DPR dan pemerintah dalam merancang kebijakan kesehatan yang berbasis bukti, berpihak pada pemerataan akses, dan berorientasi pada pencegahan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari meminta IAKMI menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk memperkuat pelayanan kesehatan.
  • Permintaan disampaikan dalam Kongres Nasional Ke-16 IAKMI dan Forum Ilmiah Tahunan Ke-12 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Kesehatan disebut sebagai kebutuhan dasar, fondasi pembangunan bangsa, dan hak dasar setiap warga negara.
  • Indonesia masih menghadapi beban penyakit menular dan tidak menular, masalah gizi, stunting, kesehatan ibu dan anak, serta ketimpangan akses pelayanan.
  • Tantangan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperluas pengobatan, tetapi juga memperkuat pencegahan dan deteksi risiko lebih dini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *