Thursday, 29 October 2026
Lingkungan

Warga Kota Padang Trauma Saat Banjir Bandang Datang Berulang

Jalan yang tergenang banjir dilihat dari udara, dikelilingi air dan pepohonan hijau

Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026. Banjir itu merendam puluhan rumah, merusak beberapa bangunan, dan memaksa sekitar 165 kepala keluarga atau 615 orang mengungsi. Bagi banyak warga, banjir ini datang kedua kalinya setelah mereka menjadi korban banjir bandang di Sumatra pada November 2025, sehingga trauma dan rasa tidak aman kembali muncul.

Wilayah yang terdampak meliputi Kampung Apa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Koto Tangah; Klaster Lumin Park di Kelurahan Lubuk Minturun; serta Kampung Guo dan Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji. Di Klaster Lumin Park, tanggul pembatas jebol dan air mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter, dengan lumpur setinggi lutut orang dewasa di sejumlah titik, serta pintu, jendela, dan pagar yang rusak.

Yuli Wetri, 45 tahun, warga Kampung Apa, bercerita bahwa pada November 2025 sebagian besar rumah dan isinya hanyut, termasuk dua sepeda motor, dan ia pergi hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Hanya satu ruangan yang selamat, termasuk tempat tidur pegas yang sedang dibersihkannya pada Minggu, 11 Oktober 2026. Setelah tinggal di hunian sementara (huntara) yang disediakan Pemerintah Kota Padang di belakang kantor camat Koto Tangah, ia baru sekitar sebulan menumpang di rumah kerabat di Kampung Apa ketika banjir kembali datang.

Herawati, warga Lumin Park sejak 2019 yang telah mengalami dua kali banjir besar, mengaku trauma dan mengungsi ke rumah kerabat di Tunggul Hitam setiap kali langit mulai gelap. Ia menginginkan pencegahan jangka panjang dan menilai bendungan penahan (check dam) diperlukan, karena jalan dan permukiman sudah sejajar dengan sungai sehingga pagar pembatas saja tidak akan menahan air.

Mengapa kawasan ini rawan banjir? Tommy Adam, Direktur Eksekutif Walhi Sumatra Barat, menjelaskan Klaster Lumin Park berada pada kelokan sungai atau meander Sungai Batang Aia Dingin yang rawan banjir dan erosi karena arus memutar saat debit naik. Ia mempertanyakan siapa yang mengizinkan pembangunan di sana, karena sempadan sungai yang juga kawasan rawan bencana seharusnya menjadi kawasan lindung tanpa pembangunan atau perubahan fungsi.

Dari sisi pengembang, kuasa hukumnya, Mettalia Yolanda, menyatakan studi kelayakan dan studi teknis pengelolaan air telah dilakukan sebelum pembangunan, elevasi kawasan dan desain drainase dinilai memadai dan aman dari luapan sungai berdasarkan data saat izin diajukan, serta pembangunan mematuhi garis sempadan sungai yang ditetapkan instansi berwenang. Ia menilai banjir juga dipicu sedimentasi besar-besaran dari banjir November dan lambatnya pengerukan sedimen oleh pihak berwenang, yang drastis mengurangi kapasitas sungai.

Di sisi pemerintah, Wali Kota Padang Fadly Amran dalam rapat terbatas pada Minggu, 11 Oktober 2026, bersama Pelaksana Tugas Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, meminta BWS Sumatra V mempercepat pengerukan sedimen sungai secara masif, membangun check dam dan bendungan penahan sedimen (sabo dam), serta menata ulang alur sungai yang rusak. Pihak BWS menyatakan pekerjaan rekonstruksi pascabanjir akan dimulai bulan berikutnya, dengan pekerjaan fisik yang direncanakan mulai November 2026 mencakup Sungai Batang Kuranji, Sungai Air Dingin, dan beberapa anak sungai lainnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Banjir bandang pada 10 Oktober 2026 di Kota Padang merendam puluhan rumah dan memaksa sekitar 165 KK atau 615 orang mengungsi.
  • Banyak warga kembali trauma karena pernah menjadi korban banjir bandang Sumatra pada November 2025.
  • Di Lumin Park, tanggul jebol dan air mencapai 1,5 hingga 2 meter; Walhi mempertanyakan izin pembangunan di sempadan sungai.
  • Pengembang mengklaim pembangunan sesuai izin dan sempadan sungai, sementara pemerintah menyiapkan pengerukan sedimen, check dam, dan sabo dam mulai November 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *