Thursday, 29 October 2026
Nasional

Netanyahu Tetap Jadi PM Israel hingga Koalisi Pemerintahan Baru Terbentuk

Benjamin Netanyahu berbicara di depan mikrofon dalam sebuah acara

Benjamin Netanyahu tetap menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, sebagai perdana menteri sementara, hingga koalisi pemerintahan baru pasca-pemilu resmi terbentuk. Kepastian itu muncul seiring penghitungan suara pemilu yang menunjukkan blok Netanyahu unggul tipis atas kubu oposisi.

Setelah 86 persen suara dihitung hingga Rabu, 28 Oktober 2026, Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di parlemen Knesset. Blok oposisi yang dipimpin mantan kepala militer Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 48 kursi, setelah sempat memimpin Netanyahu pada penghitungan awal.

Mengapa pembentukan pemerintahan masih belum pasti? Karena untuk membentuk pemerintahan baru di Israel dibutuhkan 61 dari 120 kursi parlemen. Baik blok Netanyahu maupun kubu Eisenkot belum mencapai angka itu berdasarkan proyeksi tersebut. Partai-partai Arab diproyeksikan meraih 19 kursi, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kubu Eisenkot berpotensi menang dengan dukungan partai Arab, meskipun para pemimpin Yahudi menentang keras prospek tersebut.

Selama negosiasi koalisi berlangsung, Netanyahu bertindak sebagai perdana menteri sementara. Para ahli menilai ia tetap memegang kekuasaan, termasuk dalam menghadapi Iran, meskipun ia dapat menghadapi sejumlah batasan dalam status sementaranya.

Pemilu ini merupakan pemilu pertama Israel sejak Hamas menyerang negara itu pada 7 Oktober 2023 dan memicu perang di Gaza, Lebanon, dan Iran. Netanyahu juga tengah dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Bagaimana posisi politik Netanyahu? Elektabilitasnya menurun dalam sejumlah jajak pendapat terakhir karena serangkaian persoalan, termasuk kasus korupsinya dan keputusannya membebaskan laki-laki ultra-Ortodoks dari wajib militer. Nama Eisenkot sempat menguat dan pada satu titik diprediksi dapat menggulingkan pemerintahan Netanyahu.

Penting untuk dicatat bahwa angka-angka tersebut masih berupa proyeksi berdasarkan penghitungan sebagian suara, bukan hasil resmi final. Susunan koalisi dan siapa yang akhirnya memerintah akan ditentukan oleh negosiasi antarpartai setelah penghitungan suara selesai sepenuhnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Benjamin Netanyahu tetap menjadi perdana menteri sementara Israel hingga koalisi pemerintahan baru terbentuk.
  • Setelah 86 persen suara dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi dan kubu Eisenkot 48 kursi di Knesset.
  • Pembentukan pemerintahan membutuhkan 61 dari 120 kursi; partai Arab diproyeksikan meraih 19 kursi.
  • Angka-angka tersebut masih proyeksi, bukan hasil resmi final, dan koalisi ditentukan lewat negosiasi antarpartai.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *