Friday, 30 October 2026
Nasional

Pemerintah Targetkan 42,6 Gigawatt Energi Terbarukan hingga 2034

PLTS terapung dan PLTGU Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt hingga tahun 2034. Dari jumlah itu, sekitar 42,6 gigawatt atau sekitar 61 persen direncanakan berasal dari energi baru dan terbarukan.

Target tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034. Dokumen perencanaan itu menjadi acuan pengembangan pembangkit dalam satu dekade ke depan, termasuk porsi pembangkit bersih yang terus diperbesar.

Pengembangan pembangkit itu diperkirakan membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun. Nilai tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan pendanaan untuk membangun pembangkit baru beserta infrastruktur pendukungnya, dari tahap konstruksi hingga penyaluran listrik ke konsumen.

Sebagai gambaran bauran pembangkit, Pembangkit Listrik Tenaga Surya terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, menunjukkan dua jenis pembangkit yang berdampingan: pembangkit surya yang memanfaatkan energi matahari dan pembangkit gas-uap yang menopang pasokan. Foto udara kedua instalasi itu diambil pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Energi baru dan terbarukan sendiri mencakup sumber energi yang dapat diperbarui secara alami, seperti surya, air, angin, dan panas bumi. Peningkatan porsinya dalam bauran pembangkit menjadi bagian dari upaya menekan ketergantungan pada energi fosil sekaligus menjaga ketahanan pasokan listrik nasional.

Target hingga 2034 memberi waktu bagi pemerintah dan PLN untuk menyiapkan proyek secara bertahap, mulai dari perencanaan, perizinan, pembangunan, hingga operasi. Realisasi target ini akan menentukan seberapa cepat struktur pembangkit nasional bergeser ke arah yang lebih bersih dalam sepuluh tahun ke depan.

Porsi sekitar 61 persen dari total penambahan kapasitas menunjukkan mayoritas pembangkit baru yang direncanakan berasal dari energi bersih. Pergeseran bauran seperti ini membutuhkan perencanaan jangka panjang, karena setiap pembangkit melewati tahapan studi, pembangunan, dan pengujian sebelum beroperasi penuh.

Dengan horizon perencanaan hingga 2034, pemerintah dan PLN memiliki ruang untuk menyesuaikan realisasi proyek dengan kebutuhan beban listrik dan kesiapan jaringan. Capaian target pada akhirnya akan diukur dari pembangkit yang benar-benar beroperasi, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit 69,5 gigawatt hingga 2034.
  • Sekitar 42,6 gigawatt atau sekitar 61 persen di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan.
  • Target itu tertuang dalam RUPTL PT PLN (Persero) 2025-2034.
  • Pengembangan pembangkit diperkirakan membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun.
  • PLTS terapung dan PLTGU Tambaklorok di Semarang menjadi gambaran bauran pembangkit yang dikembangkan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *