Thursday, 29 October 2026
Teknologi

Fore Coffee Alami Peretasan, Data Sekitar 5,7 Juta Akun Pelanggan Terdampak

Gerai kopi Fore Coffee dengan etalase dan logo perusahaan

PT Fore Kopi Indonesia Tbk, pengelola gerai Fore Coffee, mengonfirmasi adanya akses tanpa izin ke salah satu platform pengelolaan data pelanggannya. Peristiwa itu berdampak pada data sekitar 5,7 juta akun pelanggan, sebagaimana disampaikan perusahaan dalam pernyataan tertulis pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Informasi yang terdampak bervariasi untuk setiap pelanggan dan dapat meliputi nama, alamat surel, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi Fore, PIN dalam bentuk hash, serta riwayat pembelian melalui aplikasi. Perusahaan menegaskan aplikasi Fore tidak pernah meminta atau menyimpan nomor induk kependudukan (NIK) maupun foto KTP.

Bagaimana dengan data pembayaran? Perusahaan menyatakan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan kartu debit, tersimpan pada platform terpisah dan tidak terdampak. Setelah aktivitas tanpa izin itu teridentifikasi, akses dihentikan dan sistem terkait diamankan dalam waktu 24 jam.

Mengapa insiden ini terjadi dan apa langkah perbaikannya? Penanganan yang dilakukan meliputi pengujian keamanan, perbaikan kerentanan yang ditemukan, pembaruan platform ke versi terbaru, serta penambahan pengamanan. Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber untuk melakukan investigasi forensik terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lainnya. Investigasi tersebut masih berjalan.

Insiden ini telah dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan pelanggan yang terdampak dihubungi secara langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta segera mengubah PIN akun Fore, atau membuatnya bila belum memiliki PIN, serta mengubah kombinasi yang sama pada akun lain. Aplikasi Fore menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk login melalui perangkat baru.

Perusahaan menyatakan belum menemukan indikasi penyalahgunaan atas informasi yang diakses hingga pernyataan itu dikeluarkan. Meski demikian, pelanggan diminta waspada terhadap panggilan telepon, SMS, surel, dan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan perusahaan, serta tidak membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun.

Chief Executive Officer Fore, Vico Lomar, menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Ia menegaskan perlindungan data pelanggan adalah tanggung jawab perusahaan, dan perusahaan fokus mendampingi pelanggan terdampak, menyelesaikan investigasi, serta memperkuat sistem keamanan dan tata kelola. Pelanggan yang membutuhkan informasi atau bantuan dapat menghubungi alamat surel privasi perusahaan, privacy@fore.coffee.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Fore Coffee mengonfirmasi akses tanpa izin ke platform data pelanggan yang berdampak pada sekitar 5,7 juta akun.
  • Data yang terdampak meliputi identitas dasar, PIN dalam bentuk hash, dan riwayat pembelian; NIK, foto KTP, dan data pembayaran dinyatakan tidak terdampak.
  • Akses dihentikan dan sistem diamankan dalam 24 jam, investigasi forensik masih berjalan, dan insiden dilaporkan ke Komdigi.
  • Pelanggan diminta segera mengubah PIN, waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan perusahaan, dan tidak membagikan PIN atau OTP.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *