Thursday, 29 October 2026
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 115 Dolar AS per Barel

Fasilitas anjungan minyak lepas pantai di tengah laut

Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, didorong kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Minyak mentah Brent naik 1,44 dolar AS atau sekitar 1 persen menjadi 115,32 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 2,88 dolar AS atau 3 persen menjadi 102,78 dolar AS per barel.

Kenaikan itu mendorong Brent kembali masuk ke wilayah jenuh beli (overbought), kondisi ketika harga dinilai sudah naik terlalu tinggi dibandingkan indikator teknikal. Brent bahkan tercatat memasuki kondisi tersebut untuk keempat kalinya dalam lima hari perdagangan.

Mengapa pasar khawatir pasokan terganggu? Serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi, pertempuran di Yaman, dan potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran menopang harga. Kelompok Houthi di Yaman menyerang Bandara Aden pada Rabu, menurut pasukan pemerintah Yaman, setelah kelompok yang bersekutu dengan Iran itu memperingatkan orang-orang untuk meninggalkan fasilitas tersebut di tengah pertempuran yang meningkat.

Sehari sebelumnya, Houthi mengklaim menyerang kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi dengan rudal. Kilang itu merupakan fasilitas pengolahan minyak terbesar Arab Saudi dengan kapasitas 550.000 barel per hari. Otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut hingga laporan itu ditulis.

Bagaimana pelaku pasar membaca situasi ini? Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial, menilai pasar kembali memperhitungkan pasokan yang lebih ketat dalam waktu dekat, menyusul kabar Amerika Serikat kemungkinan memulai kembali operasi militer, bahkan mungkin lebih intens dari sebelumnya, setelah serangan terbaru terhadap Arab Saudi dan sekutu Timur Tengah lainnya.

Di jalur diplomasi, mediator Qatar dilaporkan menyampaikan draf kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, seorang pejabat senior Iran menyebut gagasan yang diusulkan Doha belum dapat diterima dan belum memenuhi syarat tawaran kesepakatan. Menteri Luar Negeri Iran pada Rabu menyatakan Teheran masih memberi kesempatan bagi diplomasi, dan rencana tujuh hari yang diusulkan Iran dapat diselesaikan kurang dari sepekan bila diterapkan.

Konflik yang telah berlangsung delapan bulan ini telah mengganggu pelayaran global dan pasokan minyak, serta meluas ke Arab Saudi dan Yaman. Selama ketegangan belum mereda, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap setiap kabar serangan maupun perkembangan perundingan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Harga minyak dunia menguat pada 28 Oktober 2026, Brent naik ke 115,32 dolar AS dan WTI ke 102,78 dolar AS per barel.
  • Kekhawatiran pasokan dipicu serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, pertempuran di Yaman, dan potensi serangan AS terhadap Iran.
  • Houthi mengklaim menyerang kilang Ras Tanura, tetapi otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan itu.
  • Upaya mediasi Qatar masih berjalan, sementara pejabat Iran menyebut draf yang diusulkan belum dapat diterima.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *