Thursday, 29 October 2026
Teknologi

Meta Hadirkan Asisten AI Muse ke Pasar Asia Tenggara Lewat Singapura

Ilustrasi asisten kecerdasan buatan Muse di layar perangkat

Perusahaan teknologi Amerika Serikat, Meta, resmi meluncurkan asisten kecerdasan buatan (AI) bernama Muse di Singapura pada 28 Oktober 2026. Peluncuran ini menandai kehadiran Muse di pasar Asia Tenggara, dengan Singapura sebagai pasar keempat setelah Amerika Serikat dan Kanada pada September serta Jepang pada 23 Oktober.

Muse dihadirkan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, seperti reservasi restoran, belanja daring, perencanaan perjalanan, dan penjadwalan. Berbeda dengan chatbot tradisional yang umumnya hanya menjawab pertanyaan atau memberi informasi, Muse didasarkan pada model AI otonom yang mampu menjalankan tugas bertahap secara langsung atas nama pengguna.

CEO Meta Singapura, Nicole Tan, menyampaikan bahwa Muse dirancang untuk menyederhanakan tugas sehari-hari, menghemat waktu, dan mengubah tujuan jangka panjang menjadi rencana aksi yang konkret. Konsep ini menempatkan asisten AI bukan sekadar penjawab pertanyaan, tetapi pendamping yang dapat mengeksekusi langkah-langkah yang dibutuhkan pengguna.

Di Singapura, pengguna dapat mengunduh Muse dari Apple App Store, Google Play Store, atau menggunakan versi web. Tersedia paket gratis dengan batas pemakaian mingguan, serta paket berbayar mulai 22 hingga 139 dolar Singapura, atau sekitar 17 hingga 108 dolar AS, untuk kebutuhan yang lebih lanjut.

Untuk dapat bertindak atas nama pengguna, Muse membutuhkan akses ke akun dan layanan daring seperti Gmail, Instagram, atau aplikasi kalender. Akses inilah yang memungkinkan asisten tersebut menjalankan tugas lintas aplikasi, misalnya menyusun jadwal berdasarkan kalender atau menyelesaikan pemesanan berdasarkan preferensi pengguna.

Meta menyampaikan bahwa integrasi Muse dengan platform populer di Singapura akan dilakukan secara bertahap, termasuk Shopee, Lazada, Grab, ShopBack, Singapore Airlines, Agoda, Klook, dan Trip.com. Daftar ini menunjukkan arah Muse sebagai asisten yang terhubung dengan ekosistem layanan sehari-hari, mulai dari belanja dan transportasi hingga perjalanan.

Kehadiran Muse di Singapura menjadi langkah awal Meta di Asia Tenggara, dan pasar-pasar lain di kawasan ini kemungkinan akan menyusul. Bagi pengguna, perkembangan ini juga membawa pertanyaan penting seputar privasi dan kontrol atas akses akun, karena asisten otonom hanya dapat bekerja optimal bila pengguna memberikan izin akses yang luas. Karena itu, transparansi soal data dan batas tindakan asisten akan menjadi faktor penentu penerimaan pasar.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Meta resmi meluncurkan asisten AI Muse di Singapura pada 28 Oktober 2026, sebagai pasar keempat setelah Amerika Serikat dan Kanada pada September serta Jepang pada 23 Oktober.
  • Muse didasarkan pada model AI otonom yang mampu menjalankan tugas bertahap secara langsung, seperti reservasi restoran, belanja daring, perencanaan perjalanan, dan penjadwalan, bukan hanya menjawab pertanyaan.
  • CEO Meta Singapura Nicole Tan menyampaikan Muse dirancang menyederhanakan tugas sehari-hari, menghemat waktu, dan mengubah tujuan jangka panjang menjadi rencana aksi konkret.
  • Di Singapura, Muse tersedia gratis dengan batas mingguan serta paket berbayar 22 hingga 139 dolar Singapura, dan akan terintegrasi bertahap dengan Shopee, Lazada, Grab, ShopBack, Singapore Airlines, Agoda, Klook, dan Trip.com.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *