Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah pelatih dan pemain Persija Jakarta menyampaikan keluhan mengenai kualitas lapangan. Evaluasi itu disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Keluhan tersebut muncul seusai pertandingan Super League antara Persija dan Persik Kediri di JIS pada Senin (26/10/2026), yang dimenangi Persija dengan skor 2-1. Pelatih Persija Shin Tae-yong dan kapten tim Rizky Ridho menilai kondisi lapangan belum memadai untuk pertandingan resmi, sehingga kualitas permainan ikut terganggu.
Menurut Chico Hakim, masukan dari kedua tim akan diteruskan dan didiskusikan bersama pihak pengelola stadion. Evaluasi itu diharapkan memperbaiki perawatan lapangan, termasuk pemulihan rumput setelah stadion digunakan untuk berbagai kegiatan, baik pertandingan maupun acara lain.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengarahkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS untuk terus mengoptimalkan kondisi rumput. Pramono mengakui rumput JIS memang belum sepenuhnya sempurna, tetapi memastikan penyempurnaan akan segera dilakukan.
Pramono juga menyoroti kemajuan dalam proses pemulihan rumput. Jika dulu pemulihan rumput seusai konser dan berbagai agenda lain membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, kini pertandingan sudah bisa digelar dalam waktu sekitar satu minggu. Kemajuan itu dinilainya luar biasa, meski kualitas rumput di atas lapangan masih menuntut perbaikan berkelanjutan.
Persoalan ini bukan hal baru bagi JIS. Sebagai stadion multifungsi yang menjadi kandang Persija sekaligus tuan rumah konser-konser besar, JIS harus menyeimbangkan dua kepentingan yang kerap bertabrakan: jadwal hiburan yang padat dan standar lapangan pertandingan yang ketat. Setiap konser meninggalkan beban pada rumput, dan setiap pertandingan menuntut permukaan yang rata, padat, dan aman bagi pemain.
Karena itu, perhatian pemerintah daerah kini tertuju pada perawatan dan pemulihan yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: stadion dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa memerlukan jeda pemulihan yang terlalu panjang, sehingga pertandingan dan konser bisa berjalan beriringan tanpa mengorbankan kenyamanan pemain maupun penonton.
Evaluasi bersama pengelola stadion akan menentukan langkah berikutnya, mulai dari pola perawatan hingga penjadwalan ulang kegiatan. Bagi Persija dan para pendukungnya, yang terpenting adalah satu hal: ketika peluit dibunyikan di JIS, lapangan harus sudah benar-benar siap untuk sepak bola.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah pelatih dan pemain Persija Jakarta menyampaikan keluhan mengenai kualitas lapangan.
- Pelatih Persija Shin Tae-yong dan kapten tim Rizky Ridho menilai kondisi lapangan belum memadai untuk pertandingan resmi, sehingga kualitas permainan ikut terganggu.
- Evaluasi itu diharapkan memperbaiki perawatan lapangan, termasuk pemulihan rumput setelah stadion digunakan untuk berbagai kegiatan, baik pertandingan maupun acara lain.
- Jika dulu pemulihan rumput seusai konser dan berbagai agenda lain membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, kini pertandingan sudah bisa digelar dalam waktu sekitar satu minggu.
- Setiap konser meninggalkan beban pada rumput, dan setiap pertandingan menuntut permukaan yang rata, padat, dan aman bagi pemain.


