Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah sejumlah siswa diduga mengalami keracunan. Penghentian sementara itu dijatuhkan sebagai sanksi administratif sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium atas sampel makanan.
Peristiwa ini bermula pada Senin (26/10/2026) siang, ketika para siswa SMP di Dramaga menyantap menu MBG berupa sate. Keluhan gangguan pencernaan seperti diare baru dirasakan sebagian siswa pada Selasa dini hari. Pada Selasa pagi, pihak sekolah mengumpulkan seluruh siswa penerima MBG dan menanyakan kondisi mereka, hingga ratusan siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sempat beredar kabar bahwa korban mencapai 400 hingga 481 siswa. Juru Bicara BGN Tysa Novenny meluruskan angka tersebut pada Selasa (27/10/2026) sore. Menurut data tim gabungan BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan tim asistensi medis di lapangan, siswa yang masih menjalani observasi hingga sore hari berjumlah 13 orang, sementara sebagian besar lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.
BGN menjelaskan asal mula angka ratusan itu. Saat guru menanyakan satu per satu apakah siswa merasakan sakit perut, banyak siswa yang menjawab ya dan seluruhnya kemudian dibawa ke rumah sakit. Sebagian respons itu, menurut BGN, bersifat psikosomatis setelah siswa ditanya mengenai keluhan yang dirasakannya. Dari proses skrining itu, puluhan siswa sempat memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari, sebelum akhirnya tersisa 13 orang pada sore hari.
Dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan mengarah pada bumbu kacang pada menu sate. Berdasarkan investigasi yang masih berjalan, dapur penyedia menu tersebut tidak mengolah bumbu kacang dari awal, melainkan menggunakan bumbu kacang yang sudah digiling sebelumnya oleh pemasok luar. Dugaan ini masih bersifat sementara karena sampel makanan masih terus diuji di laboratorium.
Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat setelah menerima laporan. Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan seluruh siswa yang terindikasi mendapat pelayanan kesehatan yang baik dan seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah membawa sampel makanan dan minuman ke laboratorium kesehatan daerah, dan hasilnya akan disampaikan kepada publik.
Kasus Dramaga menjadi catatan penting bagi program MBG yang menyasar ribuan dapur di seluruh Indonesia. Mutu bahan baku dari pemasok, proses pengolahan di dapur, hingga protokol skrining kesehatan di sekolah harus berjalan beriringan: bahan yang tidak diolah dari awal berisiko luput dari kendali mutu, sementara skrining tanpa triase yang jelas dapat menimbulkan kepanikan dan angka yang simpang siur.
Untuk saat ini, SPPG terkait tetap disuspensi sampai investigasi tuntas dan hasil uji laboratorium keluar. BGN menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut, sementara para siswa yang masih diobservasi terus dipantau hingga benar-benar pulih.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah sejumlah siswa diduga mengalami keracunan.
- Keluhan gangguan pencernaan seperti diare baru dirasakan sebagian siswa pada Selasa dini hari.
- Menurut data tim gabungan BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan tim asistensi medis di lapangan, siswa yang masih menjalani observasi hingga sore hari berjumlah 13 orang, sementara sebagian besar lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.
- Dari proses skrining itu, puluhan siswa sempat memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari, sebelum akhirnya tersisa 13 orang pada sore hari.
- Dugaan ini masih bersifat sementara karena sampel makanan masih terus diuji di laboratorium.


