Wednesday, 28 October 2026
Teknologi

Astroscale Usul Wahana Ajudan untuk Kawal Satelit dari Ancaman Rusia

Astroscale Usul Wahana Ajudan untuk Kawal Satelit dari Ancaman Rusia

Perusahaan pembersih antariksa Astroscale mengusulkan armada wahana pengawal orbital, yang diibaratkan sebagai “ajudan” atau pengawal pribadi, untuk melindungi satelit-satelit penting dari serangan musuh, pendekatan berbahaya, gangguan sinyal, hingga penghancuran. Usulan itu disampaikan pada Selasa, 28 Oktober 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas manuver satelit Rusia di orbit Bumi.

Kekhawatiran itu menguat setelah Rusia melakukan manuver jarak dekat terhadap satelit radar milik perusahaan pengamatan Bumi Finlandia, ICEYE, pada Oktober 2026. Para ahli menyebut insiden tersebut sebagai pertemuan jarak dekat pertama antara dua satelit aktif di orbit rendah Bumi tanpa persetujuan pemilik satelit target. Satelit itu disebut merupakan bagian dari armada yang menyediakan intelijen penting bagi Ukraina, dan pejabat Amerika Serikat Thomas G. DiNanno menilai tindakan Rusia tersebut sebagai perilaku yang mengancam dan konsisten dengan operasi senjata orbital.

Pola yang lebih panjang juga menjadi latar usulan ini. Satelit Luch-1 dan Luch-2 milik Rusia disebut telah membayangi satelit komunikasi Eropa dan Amerika di orbit geostasioner sejak 2014. Hingga usulan ini disampaikan, satelit pengintai Rusia COSMOS 2612 masih berada 480 kilometer dari satelit intelijen ICEYE di orbit rendah Bumi, sehingga komunitas antariksa Barat tetap siaga.

Kepala Bagian Pertahanan Astroscale, Alex Godfrey, menjelaskan konsepnya dengan analogi gugus tempur kapal induk: kapal induk tidak pernah berlayar sendirian, melainkan ditemani sistem pengawal yang lebih kecil dan lebih murah untuk perlindungan. Wahana pengawal akan memastikan tidak ada penyusup yang mendekat secara berbahaya. Untuk layanan di orbit, wahana membutuhkan kelincahan sangat tinggi guna melakukan manuver dok dan pendekatan jarak dekat, sementara untuk pengendalian antariksa, jarak pisah yang lebih besar justru dapat membuat tugas itu lebih sederhana dalam beberapa hal.

Dasar teknologinya bukan hal baru bagi Astroscale. Misi ADRAS-J pada 2024 melakukan inspeksi jarak dekat terhadap roket bekas Jepang di orbit rendah Bumi, sedangkan misi ELSA-D yang berjalan pada 2021 hingga 2024 disebut sebagai proyek komersial pertama yang mendemonstrasikan teknologi penangkapan di orbit. Teknologi pembersih puing dan perbaikan satelit rusak itulah yang diusulkan untuk dialihfungsikan secara cepat menjadi wahana pengawal.

Dari sisi biaya, misi pengawalan diperkirakan hanya sekitar satu persen dari total nilai konstelasi satelit komunikasi geostasioner kelas militer. Sebagai contoh, armada Skynet milik Inggris disebut bernilai 8,4 miliar poundsterling. Model yang diusulkan bersifat kolaboratif: satu wahana pengawal dapat melindungi dua hingga tiga wahana sekutu di lokasi yang berdekatan, sementara negara lain bertanggung jawab di wilayah berbeda.

Godfrey menyebut Astroscale dapat menyiapkan wahana pelindung yang siap luncur dalam waktu kurang dari tiga tahun. Perusahaan itu mengusulkan pembentukan armada pengawal pan-Eropa dan pasukan patroli geostasioner kolaboratif, serta mendesak negara-negara mempertimbangkan model patroli tersebut. Direktur Pelaksana Astroscale Inggris, Nick Shave, mengonfirmasi perusahaan itu terus berdiskusi dengan berbagai pihak di Eropa mengenai penerapan teknologi tersebut.

Foto ilustrasi: Pexels

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Perusahaan pembersih antariksa Astroscale mengusulkan armada wahana pengawal orbital, yang diibaratkan sebagai “ajudan” atau pengawal pribadi, untuk melindungi satelit-satelit penting dari serangan musuh, pendekatan berbahaya, gangguan sinyal, hingga penghancuran.
  • Para ahli menyebut insiden tersebut sebagai pertemuan jarak dekat pertama antara dua satelit aktif di orbit rendah Bumi tanpa persetujuan pemilik satelit target.
  • Satelit Luch-1 dan Luch-2 milik Rusia disebut telah membayangi satelit komunikasi Eropa dan Amerika di orbit geostasioner sejak 2014.
  • Untuk layanan di orbit, wahana membutuhkan kelincahan sangat tinggi guna melakukan manuver dok dan pendekatan jarak dekat, sementara untuk pengendalian antariksa, jarak pisah yang lebih besar justru dapat membuat tugas itu lebih sederhana dalam beberapa hal.
  • Dari sisi biaya, misi pengawalan diperkirakan hanya sekitar satu persen dari total nilai konstelasi satelit komunikasi geostasioner kelas militer.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *