JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghabiskan total 14,3 ton atau 14.300 kilogram bahan semai melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data pantauan tersebut tercatat per 23 Oktober 2026.
Rinciannya, operasi di Kalimantan Tengah menghabiskan 7.200 kilogram bahan semai, terdiri atas 5.200 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl), dalam 8 sortie penerbangan. Sementara itu, operasi di Sumatra Selatan menghabiskan 7.100 kilogram bahan semai dalam 7 sortie penerbangan.
Bahan semai berupa dry ice dan garam NaCl disebar dari pesawat ke awan potensial untuk merangsang terbentuknya hujan di wilayah yang dilanda karhutla. Operasi ini dilaksanakan bersama unsur terkait, termasuk TNI dan BMKG, sebagai pendukung upaya pemadaman di darat dan pengurangan kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Meski OMC terus berjalan, lahan yang masih ditangani per 25 Oktober 2026 tercatat seluas 3.392 hektare di Kalimantan dan sekitar 990 hektare di Sumatra. Per 26 Oktober 2026, kekuatan penanganan di darat mencapai 57.050 personel, didukung 61 unit udara yang terdiri atas 24 pesawat dan 37 helikopter water-bombing.
OMC merupakan salah satu upaya pendukung penanganan karhutla, bukan jaminan hujan akan turun atau kebakaran langsung padam, karena keberhasilannya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai. Karena itu, operasi udara berjalan beriringan dengan pemadaman darat, patroli, dan penegakan hukum terhadap pembakar lahan.
Foto ilustrasi: Antara


