Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa flyer audiensi persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang beredar dan mencatut namanya adalah hoaks. Flyer tersebut beredar di media sosial dan mengaitkan namanya dengan sebuah agenda audiensi yang tidak pernah ada.
Yusril buka suara setelah flyer itu ramai diperbincangkan. Ia menegaskan tidak ada audiensi maupun persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden sebagaimana dinarasikan flyer tersebut. Penegasan ini penting karena flyer yang mencatut nama pejabat negara dapat menyesatkan publik dan memicu spekulasi politik yang tidak berdasar.
Mengapa narasi dalam flyer itu tidak sesuai mekanisme yang berlaku? Pemberhentian seorang wakil presiden bukan wewenang presiden secara sepihak dan bukan pula hasil sebuah audiensi. Mekanisme pemakzulan wakil presiden diatur melalui Dewan Perwakilan Rakyat, sebagaimana ditegaskan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra Azis Subekti, yang menyatakan bahwa Presiden tidak dapat mencopot Wakil Presiden sepihak dan pemakzulan harus melalui DPR. Dengan demikian, skenario yang digambarkan flyer tersebut tidak memiliki dasar prosedural.
Bagaimana hoaks semacam ini biasanya menyebar? Flyer yang tampak resmi, lengkap dengan nama pejabat dan agenda, mudah diteruskan di grup percakapan tanpa verifikasi. Padahal, tidak ada undangan, surat, maupun agenda resmi yang mendukung klaim tersebut. Yusril pun meminta publik tidak mudah percaya pada dokumen yang beredar tanpa sumber resmi.
Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi politik. Sebelum meneruskan sebuah flyer atau tangkapan layar yang mengatasnamakan pejabat, publik perlu memeriksa kebenarannya melalui kanal resmi kementerian atau lembaga terkait. Bila tidak ditemukan sumber resmi yang menguatkan, dokumen itu patut diduga sebagai informasi palsu.
Dengan penegasan Yusril ini, polemik seputar flyer tersebut terjawab: tidak ada audiensi persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran, dan flyer yang beredar adalah hoaks. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang tidak dapat diverifikasi.


