Wednesday, 28 October 2026
Lingkungan

Pepohonan dan Genangan Air Menopang Kehidupan Katak Harlequin di Hutan Sumatera

Katak pohon Harlequin di atas dedaunan hutan Sumatera

Kilatan kuning di sisi tubuhnya tampak mencolok ketika terkena cahaya, berpadu dengan punggung cokelat kemerahan. Itulah katak pohon Harlequin, hewan bernama ilmiah Rhacophorus pardalis, yang perjumpaannya di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, memperlihatkan salah satu penghuni kecil hutan Sumatera.

Menemukan katak pohon Harlequin di hutan bukan perkara mudah. Hewan ini lebih banyak berada di pepohonan dan aktif pada malam hari, sehingga kehadirannya sering luput dari pengamatan. Warna tubuhnya yang mencolok justru berfungsi sebagai kamuflase di antara dedaunan dan cahaya hutan.

Mengapa pepohonan dan genangan air begitu penting bagi katak ini? Pepohonan menjadi tempat tinggal, tempat mencari makan, dan tempat berlindung dari pemangsa. Sementara itu, genangan air menjadi bagian penting dari siklus hidup amfibi, karena katak bergantung pada air untuk berkembang biak dan menjaga kelembapan tubuhnya.

Bagaimana hutan yang sehat menopang kehidupan katak? Hutan dengan pepohonan yang rapat menjaga kelembapan udara dan menyediakan genangan air yang bersih. Sebaliknya, hutan yang rusak atau mengering akan menghilangkan tempat tinggal dan tempat berkembang biak bagi katak dan banyak satwa kecil lainnya.

Bagi Cagar Alam Jantho, keberadaan katak Harlequin menjadi penanda bahwa ekosistem di kawasan itu masih berfungsi. Amfibi dikenal peka terhadap perubahan lingkungan, sehingga kehadiran mereka sering dipakai sebagai indikator kesehatan hutan dan air.

Ke depan, perlindungan hutan dan sumber air di Sumatera menjadi kunci agar satwa kecil seperti katak Harlequin tetap bertahan. Menjaga hutan bukan hanya soal melindungi pohon, tetapi juga menjaga seluruh jejaring kehidupan yang bergantung padanya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Katak pohon Harlequin (Rhacophorus pardalis) ditemukan di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar.
  • Katak ini lebih banyak berada di pepohonan dan aktif pada malam hari.
  • Kilatan kuning di sisi tubuhnya berpadu dengan punggung cokelat kemerahan.
  • Pepohonan menjadi tempat tinggal dan berlindung, genangan air menopang siklus hidup amfibi.
  • Kehadiran amfibi menjadi indikator kesehatan hutan dan air di kawasan tersebut.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *