Wednesday, 28 October 2026
Ekonomi

KUR BRI Tembus Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, Mayoritas Mengalir ke Sektor Produksi

KUR BRI Tembus Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, Mayoritas Mengalir ke Sektor Produksi

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp144,59 triliun kepada 2,76 juta debitur sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut disampaikan manajemen BRI di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Sebagian besar penyaluran mengalir ke sektor produksi, yakni Rp98,86 triliun atau 68,38 persen dari total KUR BRI pada periode tersebut. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42,79 persen dari keseluruhan penyaluran.

Menurut Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, dominasi sektor produksi menunjukkan KUR diarahkan untuk mendorong produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah. Ia menegaskan penyaluran KUR merupakan bagian dari komitmen BRI memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BRI menilai pembiayaan untuk sektor pertanian dan sektor produktif lainnya bertujuan meningkatkan kapasitas usaha serta memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, penyaluran dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan, didukung jaringan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga kebutuhan dan karakter usaha setempat dapat dipahami dengan lebih baik.

Selain KUR, BRI juga mendukung program prioritas pemerintah di bidang perumahan. Hingga akhir Agustus 2026, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) tercatat Rp11,9 triliun, terdiri atas KPP sisi permintaan Rp9,62 triliun dan KPP sisi penawaran Rp2,29 triliun.

Secara kumulatif, sejak 2015 hingga Agustus 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia. BRI menyatakan capaian jangka panjang itu mencerminkan konsistensi perseroan dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat UMKM sebagai penopang perekonomian nasional, sekaligus menjaga kualitas penyaluran agar berdampak nyata pada keberlanjutan usaha dan membuka peluang lebih banyak UMKM untuk naik kelas.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *