JAKARTA — Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Sebanyak 495.251 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) terdaftar sebagai peserta, dan rangkaian kegiatan berlangsung bertahap hingga 8 November 2026.
Dari total peserta, 495.095 siswa berasal dari MA dan 156 siswa dari MAK. Mereka tersebar di 9.798 satuan pendidikan, yang terdiri dari 9.793 MA dan lima MAK. Tingkat pendaftaran di jenjang MA mencapai 95,64 persen dari 517.650 calon peserta, sedangkan di MAK mencapai 99,36 persen dari 157 calon peserta.
Direktur Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah, Nyayu Khadijah, menekankan kesiapan madrasah dalam mendampingi peserta. Perangkat dan jaringan harus berfungsi baik, petugas memahami tugasnya, dan siswa memahami jadwal serta tata cara pelaksanaan, agar asesmen dapat diikuti dengan tenang, percaya diri, dan jujur.
Pelaksanaan AN-TKA dibagi dalam beberapa gelombang. Gelombang reguler pertama berlangsung 26–29 Oktober 2026, gelombang kedua 2–5 November 2026, gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober–1 November 2026, dan mata pelajaran pilihan pada 7–8 November 2026.
Materi yang diujikan meliputi bahasa Indonesia dan literasi wajib, bahasa Inggris wajib, matematika dan numerasi wajib, serta dua mata pelajaran pilihan. Rangkaian kegiatan juga mencakup Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.
Nyayu menjelaskan, AN dan TKA memiliki fungsi berbeda yang perlu dipahami madrasah, siswa, dan orang tua. AN menggambarkan kualitas pembelajaran dan lingkungan belajar di madrasah melalui Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, dan hasilnya dipakai sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan, bukan penentu kelulusan siswa.
Sementara itu, TKA mengukur capaian akademik individu siswa secara terstandar. Hasilnya dapat menjadi salah satu pertimbangan seleksi pendidikan lanjutan, termasuk melalui jalur prestasi, serta mendukung perbaikan pembelajaran dan penjaminan mutu pendidikan.
Terkait kesiapan teknis, tercatat 9.681 MA melaksanakan AN-TKA secara mandiri. Pendataan sarana pendukung telah mencakup 9.816 MA, dengan 4.465 di antaranya terverifikasi, sedangkan di jenjang MAK lima satuan pendidikan tercatat dan empat sudah terverifikasi. Madrasah diminta segera memetakan dan mengoordinasikan setiap kendala teknis dengan penyelenggara terkait agar seluruh tahapan dapat diikuti peserta dengan baik.
Nyayu juga mengingatkan agar pendampingan guru dan orang tua membantu siswa mempersiapkan diri tanpa menambah tekanan. Siswa didorong menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengandalkan kemampuan sendiri.
Foto ilustrasi: Okezone.


