Wednesday, 28 October 2026
Lingkungan

JakTirta, Cara Jakarta Mengantisipasi Banjir dengan Optimalisasi Alur

Pekerjaan pengendalian banjir di Jakarta melalui proyek JakTirta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan antisipasi banjir melalui proyek JakTirta. Berbeda dari normalisasi sungai yang identik dengan pelebaran, JakTirta mengoptimalkan alur sungai yang sudah ada, dipadukan dengan pembangunan embung dan waduk untuk menahan air.

Jakarta adalah kota yang langganan banjir, terutama saat musim hujan. Air dari hulu yang mengalir melalui sungai-sungai di ibu kota kerap meluap ketika kapasitas alur tidak lagi memadai. Karena itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengembangkan pendekatan JakTirta: mengoptimalkan alur yang ada, memperbaiki saluran drainase, dan menambah tampungan air di titik-titik strategis.

Mengapa optimalisasi alur dipilih? Pelebaran sungai di kota padat seperti Jakarta sering terkendala lahan dan permukiman. Dengan mengoptimalkan alur yang sudah ada, pekerjaan pengendalian banjir dapat berjalan tanpa pembebasan lahan skala besar. Pendekatan ini kemudian dipadukan dengan embung dan waduk yang berfungsi menampung air sementara sebelum dialirkan secara terkendali.

Bagaimana proyek JakTirta dijalankan? Dinas SDA DKI Jakarta menargetkan tiga proyek embung dan waduk beroperasi pada Februari 2027, yakni Embung Kebagusan, Embung Cilandak Pondok Labu, dan Waduk Sunter Hulu TIU. Embung Kebagusan sendiri memiliki luas sekitar dua hektare dan diperkirakan mengurangi banjir di bagian hulu sekitar 1,43 hingga 2 persen. Jika dipadukan dengan Embung Cilandak Pondok Labu dan normalisasi Kali Krukut-Petogogan, pengurangan banjir pada sistem air Krukut-Mampang diperkirakan mencapai sekitar 8 persen.

Upaya antisipasi banjir ini menjadi bagian dari pekerjaan jangka panjang Jakarta menghadapi musim hujan. Optimalisasi alur, embung, waduk, dan perbaikan saluran drainase diharapkan membuat ibu kota lebih siap, sehingga genangan dapat dikurangi dan aktivitas warga tidak terlalu terganggu saat hujan deras mengguyur.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan antisipasi banjir melalui proyek JakTirta.
  • Jakarta adalah kota yang langganan banjir, terutama saat musim hujan.
  • Karena itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengembangkan pendekatan JakTirta: mengoptimalkan alur yang ada, memperbaiki saluran drainase, dan menambah tampungan air di titik-titik strategis.
  • Dengan mengoptimalkan alur yang sudah ada, pekerjaan pengendalian banjir dapat berjalan tanpa pembebasan lahan skala besar.
  • Embung Kebagusan sendiri memiliki luas sekitar dua hektare dan diperkirakan mengurangi banjir di bagian hulu sekitar 1,43 hingga 2 persen.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *