Kayu manis selama ini dikenal sebagai salah satu rempah dengan kandungan antioksidan tinggi, yang membantu melawan peradangan dan kerusakan sel akibat radikal bebas. Namun, dapur rumah menyimpan rempah lain yang daya antioksidannya tak kalah kuat. Berikut empat rempah yang patut dikenal, beserta manfaat dan batas amannya, berdasarkan ulasan yang dimuat Media Indonesia.
1. Cengkeh
Cengkeh bubuk disebut memiliki kapasitas penyerapan radikal bebas (ORAC) yang sangat tinggi. Senyawa antioksidan utamanya adalah eugenol, flavonoid, dan asam galat. Sebuah studi pada 2025 yang dikutip sumber itu menemukan antioksidan dalam polong cengkeh dapat bekerja lebih efektif pada dosis rendah dibandingkan antioksidan pembanding seperti asam askorbat dan beta-karoten. Eugenol juga disebut berpotensi menghambat bakteri karena kemampuannya mengikat enzim bakteri.
Selain itu, cengkeh dikaitkan dengan berkurangnya pembekuan darah dan kadar gula darah. Namun, ada batasnya: dosis tinggi, lebih dari seperempat sendok teh bubuk, berisiko membahayakan hati. Pelatih kesehatan nutrisi yang dikutip sumber menyarankan pemakaian secukupnya, misalnya sejumput bubuk cengkeh dalam yoghurt atau oatmeal.
Suggested read: Berapa Lama Air Kelapa Bertahan di Kulkas? Ini Penjelasannya
2. Kunyit
Warna kuning kunyit berasal dari kurkumin, senyawa yang dikaitkan dengan dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh, pengendalian jalur peradangan, dan penurunan stres oksidatif. Ahli diet fungsional yang dikutip sumber menyebut kurkumin berkaitan dengan perbaikan kondisi seperti sindrom metabolik, artritis, hingga kecemasan.
Kadar kurkumin dalam kunyit memang relatif kecil, sekitar 2–9 persen, tetapi bentuk bubuk keringnya tetap bermanfaat dalam masakan. Agar penyerapannya optimal, kunyit disarankan dipadukan dengan lada hitam dan sumber lemak. Peringatan pentingnya: kunyit dosis tinggi dapat mengganggu kerja obat pengencer darah, sehingga pemakaian dalam jumlah besar atau sebagai suplemen sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter.
Suggested read: DPR: Edukasi Stunting Harus Dipahami dalam Kehidupan Sehari-hari
3. Oregano
Dari sisi skor ORAC, oregano disebut berada tepat di bawah kayu manis. Rempah ini mengandung flavonoid, timol, karvakrol, dan asam fenolik yang mendukung daya tahan tubuh. Dalam bentuk minyak esensial, oregano terbukti memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang membantu melawan infeksi.
Oregano mudah dipakai dalam berbagai masakan, dari hidangan Italia hingga Meksiko. Namun, minyak oregano sebagai suplemen sebaiknya hanya dipakai jangka pendek dan di bawah pengawasan medis, karena berpotensi mengganggu mikroorganisme di usus.
Suggested read: BPJS Kesehatan Gandeng 66 FKRTL Baru untuk Perluas Layanan Rujukan JKN
4. Jahe
Jahe bermanfaat baik dalam bentuk segar maupun bubuk. Senyawa utamanya, gingerol, memberi rasa hangat sekaligus bekerja sebagai anti-inflamasi. Riset pada 2020 yang dikutip sumber menyebut jahe dapat memicu pelepasan protein pembawa pesan anti-inflamasi (sitokin). Saat dikeringkan, gingerol berubah menjadi shogaol yang dalam sejumlah pengukuran laboratorium bahkan tampak lebih kuat, dan kedua senyawa ini disebut dalam studi yang dikutip mungkin memiliki sifat anti-tumor.
Jahe aman dipakai sebagai bumbu masakan. Namun, suplemen jahe dosis tinggi perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Kesimpulannya, keempat rempah ini paling aman dinikmati sebagai bumbu masakan sehari-hari. Bila ingin mengonsumsinya dalam dosis besar atau bentuk suplemen, terutama saat sedang mengonsumsi obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Sumber: Media Indonesia, “Selain Kayu Manis, Ini 4 Rempah Kaya Antioksidan untuk Kesehatan” (25 Oktober 2026), https://mediaindonesia.com/kesehatan/948279/selain-kayu-manis-ini-4-rempah-kaya-antioksidan-untuk-kesehatan — ditulis ulang secara original oleh acehsahoe.com.


