Friday, 30 October 2026
Nasional

160 Profesor dan Doktor Bahas Manuskrip Alquran Awal Islam di Seminar Jakarta

160 Profesor dan Doktor Bahas Manuskrip Alquran Awal Islam di Seminar Jakarta

Sebuah manuskrip Alquran dari masa awal Islam menjadi bahan pembahasan utama dalam seminar internasional di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Sekitar 160 profesor dan doktor dari sekitar 70 perguruan tinggi Islam negeri dan swasta mengikuti forum yang digelar secara hybrid di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, tersebut.

Seminar itu mengangkat tema naskah Alquran kuno dalam sejarah Alquran, dengan mengambil pelajaran dari Mushaf Mashhad Razavi. Para peserta membedah manuskrip tersebut sebagai salah satu bukti tertulis tertua yang berkaitan dengan perjalanan penulisan Alquran pada masa awal Islam.

Pembahasan difokuskan pada peran naskah-naskah kuno dalam menelusuri sejarah penulisan Alquran. Secara akademik, forum ini mengkaji hubungan antara bukti tertulis, tradisi bacaan, dan perkembangan mushaf pada masa awal Islam, tiga hal yang saling berkaitan dalam memahami bagaimana teks Alquran diwariskan dari generasi ke generasi.

Pentingnya kajian semacam ini terletak pada posisi Mushaf Mashhad Razavi sebagai bahan penelitian sejarah Alquran. Manuskrip kuno tidak hanya dibaca sebagai dokumen lama, melainkan diteliti untuk melihat jejak penulisan, pembacaan, dan penyusunan mushaf pada masa awal, sehingga pemahaman tentang sejarah Alquran bertumpu pada bukti yang dapat ditelusuri, bukan sekadar perkiraan.

Kehadiran sekitar 160 akademisi dari puluhan kampus Islam menunjukkan bahwa kajian manuskrip Alquran masih menjadi bidang yang hidup di kalangan perguruan tinggi. Pertemuan lintas kampus semacam ini memberi ruang bagi para peneliti untuk saling bertukar temuan dan memperdalam kajian naskah kuno, yang selama ini tersebar di berbagai perpustakaan dan koleksi di dunia.

Format hybrid yang dipakai dalam seminar ini juga memungkinkan peserta dari berbagai daerah mengikuti pembahasan tanpa harus hadir langsung di Jakarta. Cara tersebut memperluas jangkauan diskusi akademik, sehingga kajian tentang manuskrip kuno tidak hanya berlangsung di ruang tertutup, tetapi dapat diikuti lebih banyak kalangan akademisi.

Dengan mengangkat Mushaf Mashhad Razavi, seminar ini menegaskan bahwa penelitian sejarah Alquran membutuhkan kerja teliti atas naskah-naskah lama. Setiap manuskrip yang dibedah dengan metode akademik yang tepat dapat membuka pemahaman baru tentang perjalanan penulisan dan pewarisan Alquran sejak masa awal Islam hingga menjadi mushaf yang dikenal umat Islam saat ini.

Sumber: Republika. Baca berita aslinya di Republika.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *