Wednesday, 28 October 2026
Nasional

Bupati Dompu Minta Perbankan Jemput Bola Perluas Akses Keuangan Warga

Bupati Dompu Minta Perbankan Jemput Bola Perluas Akses Keuangan Warga

Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bambang Firdaus, meminta perbankan untuk aktif mendatangi masyarakat lewat sistem jemput bola dalam pembukaan rekening. Dorongan itu ia sampaikan pada puncak Pasar Keuangan Rakyat dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan NTB 2026 di Lapangan Beringin, Dompu, Minggu (25/10/2026).

Menurut Bambang, langkah jemput bola sangat penting karena masih ada warga yang belum memiliki rekening bank atau mengalami keterbatasan akses terhadap layanan perbankan digital. Perbankan diminta tidak menunggu warga datang, melainkan aktif mendatangi mereka agar kepemilikan rekening menjadi lebih mudah.

Kemajuan teknologi sebenarnya sudah mempermudah akses layanan keuangan lewat telepon pintar. Namun, Bambang mengingatkan bahwa kemudahan tersebut belum dirasakan semua kelompok masyarakat. Warga yang belum terbiasa dengan perangkat digital berisiko tertinggal, padahal mereka juga berhak atas layanan keuangan yang sama.

Karena itu, ia menilai perluasan akses harus berjalan bersamaan dengan edukasi. Lembaga jasa keuangan ditantang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan, supaya warga dapat memanfaatkan produk perbankan sesuai kebutuhannya, bukan sekadar memiliki rekening.

Bambang pun menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB yang menginisiasi Pasar Keuangan Rakyat. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

Ia optimistis kegiatan semacam ini berdampak positif pada perekonomian daerah. Ketika masyarakat memahami cara mengakses dan mengelola layanan keuangan dengan tepat, kemandirian ekonomi keluarga ikut menguat.

Selain akses perbankan, Bambang juga mengajak warga meningkatkan kemampuan mengelola keuangan. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, katanya, perlu ditanamkan sejak dini untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan mendukung kesejahteraan keluarga.

“Mari tanamkan pemahaman dan kesadaran mengelola keuangan sejak dini guna mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Deputi Kepala OJK Provinsi NTB, Catur Surya Perwira, menekankan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan aspek penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menyebut perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat agar manfaat layanan keuangan dirasakan lebih luas dan merata.

Kegiatan Pasar Keuangan Rakyat yang menjadi puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) NTB 2026 itu diselenggarakan OJK Provinsi NTB di Kabupaten Dompu pada 24-25 Oktober 2026. Acara ini dihadiri jajaran pejabat daerah serta pimpinan industri jasa keuangan dengan tujuan utama memeratakan akses keuangan bagi seluruh masyarakat.

Sumber: Republika (ANTARA). Baca berita aslinya di Republika.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *