Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat 161 hari tanpa hujan hingga pembaruan dasarian pertama Oktober 2026. Angka itu menjadi periode tanpa hujan terlama di Indonesia pada 2026, berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Titik dengan periode terpanjang tersebut berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan, Kabupaten Bantul.
Data itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun, yang dihubungi Republika pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam daftar hari tanpa hujan (HTH) hingga 10 Oktober 2026, DIY berada di urutan teratas, diikuti Jawa Tengah dengan 160 hari, Jawa Timur 159 hari, Nusa Tenggara Timur 148 hari, dan Nusa Tenggara Barat 145 hari.
Hari tanpa hujan adalah jumlah hari berturut-turut suatu wilayah tidak menerima curah hujan. Semakin panjang angkanya, semakin lama pula wilayah tersebut tidak memperoleh pasokan air dari hujan. Karena itu, BMKG mengingatkan warga untuk mengantisipasi dampaknya, terutama ketersediaan air.
BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 di DIY akan tertunda dibandingkan kondisi normal klimatologis. Keterlambatannya diperkirakan sedikitnya tiga dasarian, atau sekitar 30 hari, dibandingkan rata-rata klimatologi 1991–2020. Salah satu faktor yang disebut adalah El Nino yang masih berada pada level sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027, sehingga berpotensi memperpanjang kondisi kering di sejumlah daerah.
Meski musim kemarau masih berlangsung, BMKG juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem lokal pada periode 13–19 Oktober 2026, berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir. Kondisi atmosfer yang dinamis memungkinkan hujan turun di sebagian wilayah, sementara wilayah lain tetap mengalami periode tanpa hujan yang panjang.
Sebagai pembanding, capaian 2026 ini belum melampaui rekor terpanjang pada 2015, ketika El Nino juga terjadi. Pada tahun itu, periode tanpa hujan terpanjang tercatat mencapai 245 hari.
Gambaran yang sama terlihat di sejumlah provinsi lain dalam daftar tersebut. Bali mencatat 143 hari tanpa hujan, Jawa Barat 140 hari, dan Banten 137 hari. Rentetan angka itu menunjukkan kondisi kering yang panjang tidak hanya terjadi di DIY, melainkan meluas di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada periode yang sama.
Foto ilustrasi: Republika.
Sumber: Republika (Rejogja) — “Lima Bulan Sudah DIY tak Turun Hujan”, https://rejogja.republika.co.id/berita/tnh2f8282/lima-bulan-sudah-diy-tak-turun-hujan


