JAKARTA — Produk yang menjanjikan kesembuhan nyeri sendi secara instan kini mudah ditemui di pasaran. Namun para dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur, karena banyak klaim tersebut belum didukung bukti medis yang kuat. Sejumlah dokter yang dikutip laman EatingWell lewat pemberitaan Media Indonesia pada Minggu (25/10/2026) merangkum empat hal yang sebaiknya dihindari atau diperhatikan demi menjaga kesehatan sendi.
Pertama, produk dengan klaim solusi instan. Ahli reumatologi Adam Kreitenberg menyoroti maraknya gelang tembaga atau magnet yang dipasarkan sebagai pereda nyeri sendi. Menurutnya, hingga kini belum ada bukti klinis yang kuat bahwa produk semacam itu dapat memperbaiki fungsi sendi atau memengaruhi perjalanan radang sendi secara berarti. Ia menyarankan masyarakat memilih cara yang sudah teruji, seperti fisioterapi atau kompres panas dan dingin untuk meredakan keluhan.
Kedua, klaim produk yang disebut dapat membangun kembali tulang rawan secara ajaib. Kreitenberg menegaskan tidak ada jalan pintas semacam itu; latihan fisik dan penanganan medis yang sudah teruji tetap jauh lebih penting daripada mengandalkan suplemen atau produk dengan janji berlebihan.
Ketiga, gaya hidup yang kurang gerak. Justru menghindari aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi sendi. Latihan beban ringan, misalnya menggunakan resistance band, membantu memperkuat otot di sekitar sendi. Otot yang kuat berfungsi sebagai penyangga yang menjaga kestabilan sendi, menekan risiko cedera, dan mendukung kelancaran gerak tubuh. Kreitenberg menyebut olahraga sebagai salah satu intervensi yang paling konsisten didukung bukti dalam mengelola osteoartritis.
Keempat, paparan polutan lingkungan dan bahan kimia secara berlebihan. Ahli reumatologi Aly Cohen menjelaskan bahwa sejumlah polutan berkaitan dengan risiko peradangan dan kondisi seperti rheumatoid arthritis. Dua hal yang patut diperhatikan adalah kualitas air minum — pertimbangkan penyaring air bila diperlukan — serta produk pembersih rumah tangga berpewangi kuat yang mengandung bahan tambahan kimia seperti ftalat, yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan perubahan penanda peradangan.
Sebagai penutup, menjaga berat badan tetap ideal dan tetap aktif bergerak tetap menjadi kunci utama kesehatan sendi. Bila nyeri, bengkak, atau kekakuan sendi menetap, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, alih-alih bergantung pada solusi instan.
Foto ilustrasi: Media Indonesia. Sumber: Media Indonesia — https://mediaindonesia.com/kesehatan/948272/4-hal-yang-harus-dihindari-untuk-menjaga-kesehatan-sendi-menurut-dokter


