Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

14 Cara Menghilangkan Bau Kaki: dari Cuci Kaki hingga Kapan Harus ke Dokter

14 Cara Menghilangkan Bau Kaki: dari Cuci Kaki hingga Kapan Harus ke Dokter

JAKARTA — Bau kaki bisa membuat siapa pun tidak percaya diri, apalagi saat harus melepas sepatu di tempat umum. Kabar baiknya, sebagian besar kasus bau kaki bisa diatasi dengan perawatan sederhana. Berikut 14 langkah yang disarankan untuk menghilangkan dan mencegah bau kaki.

Foto ilustrasi: Pexels.

Mengapa kaki bisa berbau? Bau kaki timbul akibat penumpukan keringat dan aktivitas bakteri pada kulit, terutama ketika kaki lama berada di dalam sepatu tertutup dengan sirkulasi udara buruk dan kelembapan terperangkap. Pemicunya antara lain keringat berlebih, jarang mengganti kaus kaki, sepatu yang lembap, serta kebersihan kaki yang kurang terjaga. Pada sebagian kasus, infeksi jamur atau kondisi kulit tertentu juga bisa menjadi penyebab.

Apa saja 14 langkahnya? Pertama, cuci kaki secara teratur dengan air dan sabun setiap hari. Kedua, keringkan sela-sela jari kaki setelah mencuci. Ketiga, ganti kaus kaki setiap hari. Keempat, pilih sepatu dengan sirkulasi udara yang baik. Kelima, keringkan sepatu setelah dipakai. Keenam, gunakan bedak kaki atau antiperspiran khusus kaki. Ketujuh, rendam kaki dengan air hangat. Kedelapan, bersihkan dan potong kuku kaki secara teratur. Kesembilan, kenakan sandal di tempat umum yang lembap seperti kamar mandi umum, ruang ganti, dan kolam renang. Kesepuluh, cuci sepatu dan sol dalam (insole). Kesebelas, jangan memakai sepatu yang masih basah. Kedua belas, jaga kaki tetap sejuk dan sesekali lepaskan sepatu bila memungkinkan. Ketiga belas, waspadai tanda infeksi jamur seperti gatal, kulit mengelupas, kemerahan, atau kulit pecah-pecah. Keempat belas, konsultasikan ke dokter bila bau tidak kunjung hilang meski perawatan sudah dilakukan.

Mengapa langkah-langkah itu bekerja? Inti dari seluruh langkah di atas adalah memutus siklus lembap–bakteri–bau. Kaki yang bersih dan kering memberi ruang lebih kecil bagi bakteri untuk berkembang, sementara sepatu yang kering dan bersirkulasi baik mencegah kelembapan terperangkap. Merawat kuku dan sol sepatu pun penting karena keduanya bisa menjadi tempat bersembunyinya kotoran dan bakteri.

Kapan harus ke dokter? Bila bau kaki menetap meski kebersihan sudah dijaga, atau muncul tanda infeksi seperti gatal hebat, kulit mengelupas, dan luka yang tidak sembuh, pemeriksaan medis diperlukan. Dokter dapat memastikan apakah ada infeksi jamur atau kondisi kulit lain yang membutuhkan pengobatan khusus, bukan sekadar perawatan rumahan.

Sumber: Media Indonesia, dengan rujukan Halodoc dan Ciputra Hospital. Baca berita asli di sini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *