ACEH BARAT — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Barsela Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Mereka mendesak agar banjir yang melanda Sumatra ditetapkan sebagai bencana nasional.
Aksi tersebut digelar pada Senin, 26 Oktober 2026. Para mahasiswa menyampaikan aspirasinya langsung di depan kantor DPRK Aceh Barat, dengan membawa tuntutan agar status bencana nasional segera ditetapkan untuk banjir Sumatra.
Menurut para pengunjuk rasa, penetapan status bencana nasional diperlukan karena banjir yang terjadi di Sumatra telah menimbulkan dampak yang luas. Dengan status tersebut, penanganan banjir diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan melibatkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Aliansi Barsela Menggugat merupakan gabungan mahasiswa yang menyuarakan kepedulian terhadap kondisi banjir di Sumatra. Melalui aksi di depan DPRK Aceh Barat, mereka berharap aspirasi tersebut diteruskan kepada pihak-pihak yang berwenang menetapkan status kebencanaan.
Aksi unjuk rasa itu menjadi bentuk desakan dari kalangan mahasiswa agar persoalan banjir Sumatra tidak dipandang sebagai persoalan daerah semata. Para mahasiswa menilai, dengan status bencana nasional, penanganan dan pemulihan pascabanjir di Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.


