Wednesday, 28 October 2026
Nasional

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Sejak Dini Hari, Status Tetap Siaga Level III

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Sejak Dini Hari, Status Tetap Siaga Level III

LUMAJANG — Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami lima kali erupsi sejak dini hari hingga pagi pada Senin, 26 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada Level III atau Siaga.

Rangkaian erupsi tercatat pada pukul 00.42 WIB dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 12 detik. Erupsi kedua terjadi pukul 06.37 WIB dengan amplitudo maksimum 11 milimeter, durasi sekitar 1 menit 21 detik, dan disertai guguran. Erupsi ketiga terjadi pukul 07.30 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama sekitar 1 menit 57 detik.

Dua erupsi berikutnya tercatat pukul 08.41 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 5 detik, serta pukul 10.03 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 55 detik. Pada seluruh laporan tersebut, tinggi kolom abu tidak teramati. Untuk empat erupsi terakhir, PVMBG menyatakan erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.

Mengapa status Siaga tetap dipertahankan? Aktivitas Semeru yang berulang dalam satu pagi menunjukkan sistem vulkaniknya masih aktif dan berpotensi menghasilkan awan panas, guguran lava, serta lahar. Karena itu, PVMBG mengeluarkan sejumlah larangan aktivitas bagi masyarakat dan pendaki.

Pertama, tidak boleh ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Kedua, di luar jarak itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari bibir sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena kawasan tersebut dapat terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Ketiga, tidak ada aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Dengan status Siaga yang masih berlaku, masyarakat di sekitar Semeru diminta mematuhi rekomendasi PVMBG dan mengikuti informasi resmi, serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi tentang aktivitas gunung tersebut.

Sumber: Sindonews. Baca berita aslinya di: https://daerah.sindonews.com/read/1764739/174/gunung-semeru-erupsi-lima-kali-hingga-pagi-status-masih-siaga-1792987821

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *