Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Sendi, dari Duduk Lama hingga Beban Berat

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Sendi, dari Duduk Lama hingga Beban Berat

JAKARTA — Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata bisa memengaruhi kesehatan sendi bila dilakukan terus-menerus. Mulai dari terlalu lama duduk hingga sering memakai sepatu hak tinggi, kebiasaan itu dapat meningkatkan tekanan pada sendi dan memicu masalah dalam jangka panjang.

Foto ilustrasi: Media Indonesia.

Siapa yang menjelaskan hal ini? Mengutip Henry Ford Health, dokter spesialis ortopedi Bryan Pack menjelaskan bahwa kebiasaan tertentu dapat berkontribusi terhadap nyeri dan osteoarthritis. Berikut tujuh kebiasaan yang perlu diperhatikan, sebagaimana ditulis Media Indonesia pada 25 Oktober 2026.

1. Terlalu lama duduk. Kurang bergerak membuat sendi terasa kaku dan massa otot berkurang, padahal otot yang kuat berperan menstabilkan dan menopang sendi. Solusinya, berjalan kaki secara berkala sepanjang hari, dan bila bekerja di depan komputer, sempatkan berdiri dan bergerak setiap beberapa jam.

2. Berolahraga secara berlebihan. Aktivitas fisik yang terlalu berat meningkatkan risiko cedera akibat pemakaian sendi berlebihan, apalagi bila seseorang jarang bergerak selama hari kerja lalu berolahraga berat sekaligus di akhir pekan. Naikkan intensitas secara bertahap, dan latih otot penopang sendi dengan gerakan seperti plank dan wall sit.

3. Memilih jenis olahraga yang tidak sesuai. Olahraga yang dulu terasa nyaman belum tentu cocok ketika kondisi sendi berubah; misalnya jogging memberi tekanan lebih besar pada lutut dan pinggul, terutama bagi penderita osteoarthritis di bagian tersebut. Pertimbangkan olahraga berdampak rendah seperti bersepeda atau berenang, dan sesuaikan jenis serta intensitasnya dengan kondisi tubuh.

4. Mengabaikan nyeri sendi. Nyeri yang dibiarkan bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Menurut Dr. Pack, nyeri yang berlangsung dua minggu dan tidak membaik setelah istirahat serta perawatan sederhana sebaiknya diperiksakan ke dokter. Waspadai pula sendi yang terkunci, sulit menopang berat badan, berubah bentuk, atau membengkak; sendi yang memerah, terasa panas, dan sulit digerakkan memerlukan pemeriksaan segera karena dapat menandakan infeksi.

5. Postur tubuh yang buruk. Postur yang kurang baik memberi tekanan pada tulang belakang dan pinggul serta membuat distribusi berat badan tidak merata. Perkuat otot inti, punggung, bokong, dan paha depan, dan lakukan peregangan rutin, terutama setelah duduk lama, untuk menjaga kelenturan otot dan postur.

6. Terlalu sering memakai sepatu hak tinggi. Sepatu hak tinggi membuat posisi kaki mengarah ke bawah dan memberi tekanan tambahan pada kaki, pergelangan kaki, lutut, serta tulang belakang. Batasi frekuensinya, imbangi dengan latihan penguatan otot, dan lakukan peregangan, terutama pada otot betis.

7. Membawa beban terlalu berat. Mengangkat atau membawa barang berat meningkatkan tekanan pada sendi, terutama bila barang dijauhkan dari tubuh, dan teknik mengangkat yang keliru menambah beban pada tulang belakang, pinggul, lutut, dan kaki. Pegang barang sedekat mungkin dengan tubuh, aktifkan otot inti saat mengangkat, gunakan alat bantu seperti troli bila tersedia, dan hindari memutar tubuh tiba-tiba saat membawa beban.

Bagaimana menjaga sendi sehari-hari? Biasakan bergerak teratur, berolahraga sesuai kemampuan, mempertahankan postur yang baik, memakai teknik mengangkat yang tepat, dan tidak mengabaikan nyeri yang menetap. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai, terutama bila nyeri disertai pembengkakan atau perubahan bentuk sendi.

Sumber: Media Indonesia, mengutip Henry Ford Health. Baca berita asli di sini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *