Klaim yang beredar bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menebang sebatang pohon cottonwood berusia 250 tahun yang dijuluki pohon nenek di Lochiel, Arizona, untuk membuka jalan bagi pembangunan tembok perbatasan, dinilai sebagian besar benar oleh pemeriksa fakta. Inti peristiwanya memang terjadi, tetapi angka usia pohonnya dibesar-besarkan. Para kru memang menebang pohon-pohon cottonwood tua di perbatasan itu, namun usia pohonnya jauh di bawah 250 tahun menurut perkiraan ilmuwan.
Klaim ini ramai dibagikan pada Oktober. Pada 7 Oktober, sebuah akun YouTube mengunggah video dengan keterangan yang menyatakan sebatang pohon cottonwood raksasa berjuluk Grandmother Tree di Lochiel, Arizona, telah dirubuhkan untuk memperluas tembok perbatasan Trump, meski para aktivis telah berusaha melindunginya selama lebih dari dua bulan, sementara petugas menghapus pohon itu di tengah teriakan para pengunjuk rasa. Cerita serupa dibagikan di Facebook, Instagram, dan Reddit. Seorang komentator politik populer, Brian Tyler Cohen, bahkan mengklaim pohon itu bukan hanya berusia 250 tahun, melainkan 300 tahun, yang berarti berasal dari awal abad ke-18.
Hasil penelusuran terhadap seluruh data yang tersedia menyimpulkan bahwa pemerintahan Trump memang menebang pohon cottonwood tua yang besar, yang oleh sebagian orang disebut pohon nenek, tepat di garis perbatasan. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengawasi para kru yang dilaporkan menebang bukan hanya satu, melainkan empat pohon cottonwood Fremont yang tua di perbatasan Lochiel, di antara berbagai upaya pembersihan lahan untuk pembangunan tembok perbatasan. Para kru menebang tiga pohon pada 27 Juli, disusul pohon keempat pada 5 Oktober. Video yang banyak dibagikan menyoroti momen saat para kru merubuhkan pohon keempat itu.
Namun, soal usia, perkiraan yang dilaporkan menempatkan kumpulan pohon itu pada rentang antara 100 hingga 250 tahun. Seorang ilmuwan yang memeriksa sampel dari pohon keempat memperkirakan usianya maksimal 146 tahun. Usia itu tetap tergolong sangat tua, tetapi setidaknya satu abad lebih muda daripada klaim yang beredar. Karena pembesaran usia inilah klaim tersebut diberi peringkat sebagian besar benar, bukan sepenuhnya benar.
Menurut laporan The Washington Post, pohon-pohon itu berada di sebidang tanah federal selebar 60 kaki yang dikenal sebagai Roosevelt Reservation. Lahan itu ditetapkan oleh mantan Presiden Theodore Roosevelt pada 1907 di sepanjang perbatasan selatan California, Arizona, dan New Mexico untuk memerangi penyelundupan opium dan menegakkan kebijakan imigrasi.
Kasus ini menunjukkan pola umum dalam klaim viral: sebuah peristiwa nyata dibungkus dengan detail yang dilebih-lebihkan. Penebangan pohon-pohon tua di Lochiel memang terjadi dan terdokumentasi, tetapi usia 250 hingga 300 tahun yang diklaim dalam unggahan viral tidak sesuai dengan perkiraan ilmiah yang tersedia. Karena itu, klaim ini dinilai sebagian besar benar, dengan catatan penting soal usia pohonnya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Klaim yang beredar bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menebang sebatang pohon cottonwood berusia 250 tahun di Lochiel, Arizona, dinilai sebagian besar benar oleh pemeriksa fakta.
- Para kru menebang tiga pohon pada 27 Juli, disusul pohon keempat pada 5 Oktober, dan video yang banyak dibagikan menyoroti momen saat para kru merubuhkan pohon keempat itu.
- Seorang ilmuwan yang memeriksa sampel dari pohon keempat memperkirakan usianya maksimal 146 tahun, setidaknya satu abad lebih muda daripada klaim yang beredar.
- Karena pembesaran usia inilah klaim tersebut diberi peringkat sebagian besar benar, bukan sepenuhnya benar.


