Dalam waktu sekitar 18 bulan, Emomee tumbuh dari kanal YouTube dengan seribu subscriber menjadi merek hiburan global dengan 1 miliar views dan dua tayangan di Netflix. Animasi anak asal India itu menantang dominasi kanal anak global seperti Cocomelon, dengan cerita dan animasi karya dalam negeri sendiri.
Emomee bermula sebagai kanal YouTube berisi video animasi pendek untuk anak, yang menampilkan tiga karakter, yakni E, Mo, dan Mee. Video-video pendek itu menghibur anak-anak sekaligus mengajarkan keterampilan hidup. Pada April 2025, tak lama setelah diluncurkan, kanal YouTube Emomee memiliki 1.000 subscriber. Pada Oktober 2026, jumlah itu tumbuh menjadi 2,7 juta subscriber, dengan total kumulatif 1 miliar views dan sejumlah video yang masing-masing ditonton lebih dari 1 juta kali.
Pada 2026, Emomee berkembang dari sekadar kanal YouTube menjadi dua tayangan di Netflix, yakni “Big Skills for Little Ones” dan “Playtime Explorers”. Menurut para pembuatnya, tayangan dan video Emomee saat ini menjangkau lebih dari 100 negara.
Pendiri sekaligus CEO Emomee, Pooja Jauhari, mengatakan dorongan meluncurkan Emomee berangkat dari keinginan memperkenalkan hiburan karya dalam negeri kepada anak-anak India. “Selama bertahun-tahun, anak-anak India tumbuh dengan mencintai karakter yang dibuat di belahan dunia lain. Kami bertanya pada diri sendiri satu pertanyaan sederhana: mengapa waralaba anak yang dicintai secara global berikutnya tidak bisa datang dari India?” ujarnya.
Meski Emomee memuat pembelajaran dan penanaman keterampilan hidup, Pooja menegaskan fokus utamanya tetap hiburan. Karakter E, Mo, dan Mee menghibur anak-anak sambil memperkenalkan keterampilan hidup abad ke-21 seperti kecerdasan emosional, ketahanan, kepercayaan diri, berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi. “Anak-anak tidak datang ke Emomee untuk pelajaran. Mereka datang untuk karakternya, ceritanya, dan kesenangannya. Pembelajaran terjadi di sepanjang jalan,” kata Pooja.
Sejak awal, menurut Pooja, ambisi Emomee bukan sekadar membangun kanal YouTube yang sukses, melainkan menciptakan waralaba hiburan anak global dengan karakter yang bisa hidup di berbagai layar, pengalaman, dan produk. Kecepatan pertumbuhannya, kata Pooja, memang melampaui proyeksi awal, tetapi tidak melampaui ambisinya. Tayangan keduanya di Netflix, “Playtime Explorers”, dinilai penting karena menandai langkah ke arah penceritaan bergaya televisi yang lebih episodik, sehingga memungkinkan pembangunan narasi dan hubungan karakter yang lebih dalam.
Popularitas tayangan seperti Emomee dan Cocomelon di kalangan anak dijelaskan oleh Kakul Faruqi, konsultan senior psikolog di LH Hiranandani Hospital. Menurutnya, anak-anak, terutama yang masih kecil, secara alami tertarik pada warna-warna cerah, musik yang menghibur, pengulangan bunyi, serta karakter dan cerita yang dikenal. Video-video itu juga pendek dan mudah ditonton, disertai musik dan animasi, sehingga tidak membutuhkan banyak usaha untuk menikmatinya.
Bagi banyak orang, video dan kartun semacam itu telah menggantikan buku cerita sebagai alat keterlibatan utama bagi anak. Kakul menilai tayangan itu belum sepenuhnya menggantikan buku cerita dan permainan tradisional, tetapi jelas telah mengubah cara anak menghibur diri dan belajar. Sebelumnya, anak menghabiskan waktu mendengarkan cerita, membalik halaman buku, membayangkan wujud karakter, bermain dengan mainan, atau menciptakan permainannya sendiri, aktivitas yang melatih imajinasi, pemecahan masalah, serta keterampilan berbahasa dan berkomunikasi.
Emomee sendiri menyatakan prioritasnya saat ini adalah membuat Emomee tersedia dan dapat diakses seluas mungkin, di berbagai platform, pasar, dan bahasa, selagi perjalanan dari kanal YouTube menuju waralaba global itu masih berada di tahap awal.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Emomee tumbuh dari kanal YouTube dengan 1.000 subscriber pada April 2025 menjadi 2,7 juta subscriber dan 1 miliar views pada Oktober 2026.
- Pada 2026, Emomee meluncurkan dua tayangan di Netflix, yakni “Big Skills for Little Ones” dan “Playtime Explorers”, dengan jangkauan lebih dari 100 negara.
- Kanal ini menampilkan tiga karakter, E, Mo, dan Mee, yang menghibur anak sambil memperkenalkan keterampilan hidup seperti kecerdasan emosional, ketahanan, dan berpikir kritis.
- Pendiri sekaligus CEO Pooja Jauhari mengatakan ambisi Emomee sejak awal adalah menjadi waralaba hiburan anak global asal India, bukan sekadar kanal YouTube yang sukses.
- Psikolog Kakul Faruqi menjelaskan daya tarik tayangan anak berasal dari warna cerah, musik, pengulangan, dan karakter yang dikenal, meski tayangan itu belum sepenuhnya menggantikan buku cerita dan permainan tradisional.


