Sutradara Garin Nugroho sudah menyiapkan proyek film terbarunya setelah film “Merah Sebelum Fajar” tayang di Tokyo International Film Festival 2026 pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ditemui usai pemutaran film tersebut di Tokyo, Garin mengatakan ia sudah memiliki ide film baru yang akan digarap setelah kembali ke tanah air.
Film baru itu, kata Garin, akan kembali mengangkat sosok pahlawan. Namun, seperti kebiasaannya selama ini, sosok yang dipilih bukan pahlawan yang sudah populer. “Tentang pahlawan, tapi biasanya saya ambil pahlawan yang nggak populer, tapi, yang penting,” ujar Garin.
Garin belum mau memberikan informasi lebih banyak tentang rencana tersebut, termasuk siapa sosok yang akan diangkat dan kapan film itu akan tayang. Bagi sang sutradara, ketertarikan itu berangkat dari kegemarannya pada cerita sejarah yang penting untuk diketahui, tetapi relatif jarang dibaca oleh orang-orang.
Film, ujar Garin, adalah caranya untuk membuat pernyataan kepada dunia. Kritik sosial dan kemarahan atas apa yang terjadi di depan mata menjadi dorongan yang menggerakkannya untuk terus membuat karya.
Pilihan itu sejalan dengan rekam jejaknya selama 45 tahun berkarier. Garin setidaknya telah membuat dua film tentang pahlawan nasional, yaitu “Tjokroaminoto: Guru Bangsa” yang mengangkat sosok Tjokroaminoto, dan “Soegija” yang mengangkat pahlawan nasional Albertus Soegijapranata.
Perjalanan karier sang sutradara juga direfleksikan dalam pameran “Peladang Berpindah: 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho” yang berlangsung pada September 2026 hingga Januari 2027. Sejumlah film hingga iklan layanan masyarakat garapan Garin ditayangkan di sana, mulai dari “Puisi Tak Terkuburkan”, “Nyanyi Sunyi dalam Rantang”, “Soegija”, hingga “Bulan Tertusuk Ilalang”.
Dengan demikian, proyek terbaru Garin melanjutkan dua benang merah dalam karyanya: mengangkat figur sejarah yang kurang populer, dan menjadikan film sebagai medium pernyataan sosial. “Merah Sebelum Fajar” menjadi penanda kiprah terbarunya di festival film Tokyo, sementara proyek berikutnya masih disimpan rapat-rapat oleh sang sutradara.
Sosok pahlawan yang akan diangkat dan jadwal tayang film baru itu masih menunggu pengumuman Garin. Yang sudah pasti, menurut pengakuannya di Tokyo, ide film tersebut sudah ada dan akan digarap setelah ia kembali ke tanah air.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Garin Nugroho sudah menyiapkan proyek film baru setelah “Merah Sebelum Fajar” tayang di Tokyo International Film Festival 2026 pada 27 Oktober 2026.
- Film baru itu akan mengangkat sosok pahlawan yang tidak populer, tetapi penting, sesuai kebiasaan Garin selama ini.
- Garin belum mengungkapkan siapa sosok yang diangkat dan kapan film itu tayang, karena ia tertarik pada cerita sejarah yang penting namun jarang dibaca.
- Selama 45 tahun berkarier, Garin telah membuat dua film tentang pahlawan nasional, yaitu “Tjokroaminoto: Guru Bangsa” dan “Soegija”.
- Perjalanan kariernya direfleksikan dalam pameran “Peladang Berpindah: 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho” yang berlangsung September 2026 hingga Januari 2027.


