Petugas gabungan menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu pagi, 1 November 2026, dalam operasi besar pemberantasan narkoba. Sebanyak 1.800 personel dikerahkan dalam operasi ini, dan 29 orang diamankan berdasarkan pembaruan terakhir yang disampaikan aparat. Operasi ini menjadi salah satu langkah paling besar dalam upaya membersihkan kawasan yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika.
Operasi tersebut melibatkan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional, Brimob, dan instansi terkait lainnya. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso berada di jajaran pimpinan operasi. Keterlibatan banyak satuan ini menunjukkan skala dan keseriusan operasi tersebut.
Kampung Bahari disebut sebagai salah satu dari tiga lokasi prioritas pembersihan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya. Penetapan prioritas ini berarti kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian aparat karena dugaan peredaran narkotika yang terorganisasi. Operasi gabungan ini merupakan kelanjutan dari upaya penindakan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Operasi diawali dengan apel gabungan, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran kawasan. Dalam prosesnya, petugas sempat mendapat perlawanan yang dinilai sebagai upaya pengalihan dari target operasi. Situasi seperti ini menjadi tantangan tersendiri dalam operasi di kawasan padat, karena aparat harus tetap fokus pada target sambil menjaga keselamatan personel dan warga sekitar.
Barang bukti yang disita dalam operasi ini cukup beragam. Aparat menyita barang yang diduga sabu, ekstasi, ganja, Happy Five, cartridge yang mengandung etomidate, senjata api, senjata tajam, mesin, dan timbangan. Keragaman barang bukti ini memberi gambaran tentang kompleksitas peredaran yang ditangani, mulai dari narkotika berbagai jenis hingga peralatan pendukungnya.
Penindakan saja, menurut Kapolda, tidak cukup. Ia mendorong penataan lingkungan dan sosial agar kawasan tersebut tidak kembali dipakai untuk peredaran narkoba. Penataan ini membutuhkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak perkeretaapian, terutama untuk kawasan sekitar rel yang berbatasan dengan permukiman. Pendekatan ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus berjalan bersamaan dengan perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi warga sekitar, operasi besar seperti ini membawa harapan sekaligus pekerjaan rumah. Harapannya, kawasan mereka menjadi lebih aman dan tidak lagi dicap sebagai sarang narkoba. Pekerjaan rumahnya, memastikan bahwa setelah operasi berlalu, lingkungan tetap terjaga dan warga memiliki alternatif kegiatan yang positif, sehingga peredaran tidak tumbuh kembali.
Ke depan, aparat diharapkan terus memantau kawasan tersebut dan melanjutkan proses hukum terhadap mereka yang diamankan. Penataan lingkungan dan sosial yang dijanjikan juga perlu diwujudkan secara nyata, karena tanpa tindak lanjut, operasi besar berisiko hanya menjadi penindakan sesaat. Keberhasilan jangka panjang akan ditentukan oleh konsistensi penegakan hukum dan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Petugas gabungan menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu pagi, 1 November 2026.
- Sebanyak 1.800 personel dikerahkan dan 29 orang diamankan berdasarkan pembaruan terakhir.
- Operasi melibatkan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, BNN, dan Brimob.
- Barang bukti antara lain diduga sabu, ekstasi, ganja, Happy Five, cartridge mengandung etomidate, senjata api, dan senjata tajam.
- Kapolda mendorong penataan lingkungan dan sosial agar kawasan itu tidak kembali dipakai untuk peredaran narkoba.


