Tuesday, 3 November 2026
Konspirasi

Klaim Cokelat Lab-Grown Merek Terkenal: Pemeriksa Fakta Temukan Tanpa Bukti, Perusahaan Membantah

Batang dan potongan cokelat di atas meja

Menjelang musim Halloween yang dipenuhi permen pada Oktober, beredar rumor di media sosial bahwa sejumlah merek cokelat populer diam-diam beralih menggunakan cokelat hasil laboratorium, yang juga disebut cokelat berbasis sel atau cokelat kultur. Klaim ini menyebar lewat video dan unggahan yang menuding perusahaan-perusahaan besar melakukan pergantian besar-besaran tanpa sepengetahuan konsumen.

Cokelat berbasis sel sendiri dipromosikan sebagai salah satu solusi keberlanjutan bagi industri kakao, yang menghadapi persoalan pasokan, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Tujuannya adalah menciptakan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan etis dibandingkan menanam biji kakao, benih pohon kakao yang difermentasi dan menjadi bahan dasar pembuatan cokelat.

Para pengkritik teknologi ini mengklaim sejumlah merek terkemuka secara diam-diam melakukan pergantian besar untuk membanjiri rak-rak toko dengan alternatif cokelat hasil laboratorium. Salah satu video populer di media sosial bahkan menuding merek-merek tertentu menggelontorkan miliaran dolar ke teknologi tersebut.

Namun, hasil pemeriksaan fakta Snopes menemukan bahwa rumor itu berasal dari berbagai outlet yang tidak dapat diandalkan, seperti perusahaan investasi yang memberi saran investasi kakao hasil laboratorium, blog makanan holistik, atau blog gaya hidup alternatif. Salah satu blog tersebut bahkan mengklaim perubahan iklim adalah hoaks. Yang terpenting, tidak satu pun dari outlet tersebut menyertakan sumber saat menyampaikan klaimnya.

Snopes telah menghubungi setiap outlet tersebut dan meminta bukti maupun sumber yang mendukung klaim mereka, dan menyatakan akan memperbarui laporannya bila ada tanggapan. Karena penilaian Snopes didasarkan pada bukti langsung dan dapat diverifikasi, klaim ini dibiarkan tanpa rating, bukan dinyatakan terbukti benar.

Yang tak kalah penting, sebagian besar perusahaan yang disebut dalam klaim itu telah membantah menggunakan kakao hasil laboratorium. Juru bicara Hershey menyatakan lewat surel bahwa perusahaan tidak memiliki penelitian dan pengembangan aktif maupun rencana komersialisasi pengganti kakao, seperti kakao hasil laboratorium, yang sedang berjalan atau direncanakan. Pernyataan yang sama juga tercantum di halaman bahan baku situs Hershey.

Juru bicara Nestlé menyatakan perusahaan tidak sedang mengembangkan cokelat hasil laboratorium. Nestlé menegaskan fokus utamanya tetap pada kakao, yang menjadi inti bisnis cokelatnya, antara lain lewat Nestlé Cocoa Plan yang diluncurkan pada 2009 untuk membantu petani dan meningkatkan kualitas bahan baku.

Sementara itu, juru bicara Lindt & Sprüngli, pemilik merek Lindt, Russell Stover, dan Ghirardelli, menyatakan klaim bahwa perusahaan menggunakan kakao hasil laboratorium atau kakao buatan adalah tidak benar. Perusahaan itu memang berinvestasi pada Food Brewer, perusahaan Swiss yang meneliti bahan kakao, tetapi kolaborasi tersebut masih berfokus pada penelitian dan berada pada tahap awal. Lindt menegaskan cokelat tradisional dari biji kakao alami akan selalu menjadi inti portofolionya.

Snopes juga menghubungi Mars, pengelola Snickers dan M&M’s, serta Ferrero, pengelola Kinder, tetapi belum menerima tanggapan sebelum laporan diterbitkan. Jadi, klaim bahwa merek-merek cokelat populer sudah beralih ke cokelat hasil laboratorium hingga kini tidak didukung bukti langsung, dan justru dibantah oleh perusahaan-perusahaan yang namanya disebut.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Beredar rumor bahwa merek cokelat populer diam-diam beralih ke cokelat hasil laboratorium.
  • Snopes menemukan klaim itu berasal dari outlet yang tidak dapat diandalkan dan tanpa sumber.
  • Karena tidak ada bukti langsung yang dapat diverifikasi, Snopes membiarkan klaim ini tanpa rating.
  • Hershey, Nestlé, dan Lindt membantah sedang menggunakan kakao hasil laboratorium dalam produknya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *