Otot kaki kita bisa menjadi hampir sepenuhnya tidak aktif hanya karena duduk terlalu lama. Studi terbaru yang mengukur aktivitas otot kaki secara presisi menemukan kaki menjadi hampir 100 persen tidak aktif jika kita duduk terlalu lama, dan penurunan itu terjadi dengan sangat cepat.
Penelitian ini menggunakan celana pendek olahraga khusus yang dilengkapi sensor untuk membaca aktivitas listrik pada otot kaki. Aktivitas listrik tersebut merupakan sinyal adanya kontraksi otot. Hasilnya menunjukkan betapa cepat kemalasan otot itu terjadi.
Data dari sensor menunjukkan dalam waktu sembilan menit duduk diam, aktivitas otot kaki partisipan biasanya menurun sekitar 90 persen dibandingkan saat berjalan. Jika mereka terus duduk, aktivitas tersebut melambat lebih jauh lagi. Kami mendokumentasikan bahwa, rata-rata, fisiologi manusia menjadi lebih malas secara otot semakin lama kita duduk, kata Christian Brakenridge, peneliti pascadoktoral di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia, yang memimpin studi tersebut.
Mengapa otot yang diam itu berbahaya
Konsekuensi kesehatan dari kelumpuhan otot ini cukup mengkhawatirkan. Otot kaki yang tidak berkontraksi berarti metabolisme tubuh melambat, peredaran darah kurang terbantu oleh pompa otot, dan tubuh membakar lebih sedikit energi. Duduk lama yang tidak diselingi gerak menjadi kebiasaan yang diam-diam membebani kesehatan, bahkan bagi orang yang merasa sudah cukup berolahraga di waktu lain.
Kabar baiknya, solusinya tidak menuntut olahraga berat. Penelitian ini menemukan jeda jalan kaki singkat sebelum duduk dapat menjaga aktivitas otot tetap bertahan lebih lama saat kembali duduk. Secara kumulatif, jeda jalan kaki ini dapat meningkatkan kontraksi otot kaki selama waktu duduk berikutnya sekitar 1,5 jam dalam sehari.
David Raichlen, profesor biologi manusia dan evolusi di University of Southern California, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyebutkan bergerak sebelum duduk memberikan insentif ekstra bagi tubuh karena otot tetap aktif meski dalam kondisi sedenter. Dengan kata lain, tubuh mengingat gerakan terakhirnya: berjalan sebentar sebelum duduk membuat otot tidak langsung mati total.
Suggested read: Waktu Terbaik Cek Tekanan Darah di Rumah Menurut Penjelasan Dokter
Cara praktis melawannya
Kesimpulan praktisnya adalah membatasi waktu duduk yang tidak aktif secara total. Cobalah untuk bangkit dari kursi setidaknya setiap 25 menit dan berjalanlah selama beberapa menit untuk menjaga metabolisme tubuh tetap bekerja. Jeda singkat ini jauh lebih mudah dilakukan daripada menunggu waktu luang untuk berolahraga, dan dapat disisipkan di antara rapat, pekerjaan, maupun belajar.
Brakenridge sendiri kini menerapkan penggunaan meja sit-to-stand di lingkungan kerjanya sebagai pengingat untuk tidak terus-menerus berada dalam posisi duduk yang pasif. Meja yang bisa diatur tinggi-rendahnya itu memudahkan pergantian antara duduk dan berdiri sepanjang hari kerja.
Temuan ini menjadi pengingat sederhana untuk pekerja kantoran, pelajar, dan siapa pun yang menghabiskan sebagian besar harinya di kursi: otot kaki tidak butuh alasan besar untuk bergerak, cukup jeda singkat dan langkah kaki. Sembilan menit saja sudah cukup membuat otot menjadi malas, tetapi beberapa menit berjalan sudah cukup untuk mengingatkannya kembali bekerja.
Suggested read: Kapan Harus ke Dokter saat Flu? Kenali Gejala dan Tanda Darurat Ini
Apa poin penting dari berita ini?
- Studi terbaru menemukan otot kaki menjadi hampir 100 persen tidak aktif jika duduk terlalu lama.
- Dalam sembilan menit duduk diam, aktivitas otot kaki partisipan menurun sekitar 90 persen dibandingkan saat berjalan.
- Penelitian memakai celana pendek olahraga khusus bersensor yang membaca aktivitas listrik sebagai sinyal kontraksi otot kaki.
- Jeda jalan kaki sebelum duduk dapat meningkatkan kontraksi otot kaki selama waktu duduk berikutnya sekitar 1,5 jam dalam sehari.
- Saran praktisnya adalah bangkit dari kursi setidaknya setiap 25 menit dan berjalan beberapa menit, serta mempertimbangkan meja sit-to-stand.

