Monday, 2 November 2026
Nanggroe

Anak SD di Aceh Barat Begadang Main Gawai, Pemkab Perketat Pengawasan Orang Tua

Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi wakil bupati dan sekda saat konferensi pers

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak usia sekolah dasar. Langkah ini diambil setelah ditemukan banyak anak SD yang tidak tidur pada malam hari karena asyik bermain telepon pintar, tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua.

Bupati Aceh Barat Tarmizi menyampaikan ajakan itu saat memberikan keterangan pers di Meulaboh pada Sabtu, 31 Oktober 2026, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil dan Sekretaris Daerah Kurdi. Ia meminta aparatur desa, satuan tugas desa, dan bunda PAUD untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua tentang bahaya penggunaan gawai yang tidak terkendali pada anak.

Berdasarkan temuan di lapangan, anak-anak usia sekolah saat ini sering kali tidak memiliki filter yang memadai dalam menggunakan media sosial melalui gawai masing-masing. Sebagian besar murid SD diketahui menghabiskan waktu di tempat tidur bersama gawai tanpa pengawasan ketat, sehingga mereka bebas menggunakan gawai atau gim daring hingga larut malam.

Kebiasaan buruk ini berdampak langsung pada penurunan semangat belajar keesokan harinya. Anak yang kurang tidur datang ke sekolah dalam kondisi lelah dan sulit berkonsentrasi, sehingga pelajaran yang seharusnya diserap dengan baik menjadi tidak optimal.

Selain itu, tontonan anak-anak di tengah malam dikhawatirkan dapat masuk ke bawah sadar dan berpotensi merusak karakter mereka di kemudian hari. Kekhawatiran ini menjadi alasan mengapa pengawasan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada anak, melainkan harus melibatkan orang tua dan lingkungan sekitar.

Peran aparatur desa, satgas desa, dan bunda PAUD menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan keluarga di gampong. Melalui sosialisasi dari pintu ke pintu dan melalui kegiatan PAUD, orang tua dapat diingatkan kembali bahwa gawai adalah alat yang perlu aturan pakai, bukan teman tidur anak.

Pengawasan yang dimaksud bukan berarti melarang anak mengenal teknologi sama sekali. Anak tetap dapat menggunakan gawai untuk belajar dan berkomunikasi, tetapi dengan batas waktu yang jelas, pendampingan orang tua, dan isi tontonan yang sesuai usia.

Dengan gerakan bersama ini, Pemkab Aceh Barat berharap orang tua semakin sadar bahwa tidur cukup adalah bagian dari hak anak. Anak yang tidur cukup akan lebih segar, lebih semangat belajar, dan lebih terlindungi dari pengaruh tontonan yang tidak sesuai usianya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemkab Aceh Barat meningkatkan pengawasan penggunaan gawai oleh anak usia sekolah dasar.
  • Banyak anak SD ditemukan tidak tidur malam karena asyik bermain gawai tanpa pengawasan ketat orang tua.
  • Aparatur desa, satgas desa, dan bunda PAUD diminta menyosialisasikan bahaya gawai kepada orang tua.
  • Kebiasaan begadang bermain gawai berdampak pada penurunan semangat belajar keesokan harinya.
  • Pengawasan bertujuan agar anak tidur cukup, segar saat belajar, dan terlindungi dari tontonan tak sesuai usia.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *