Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan keprihatinan atas kabar warga negara Indonesia (WNI) yang tewas di Ukraina setelah dikabarkan menjadi tentara Rusia. Ia mendorong pemerintah menyelidiki kasus tersebut dan memperkuat perlindungan WNI dari perekrutan militer asing.
Pernyataan Dave disampaikan pada Minggu, 1 November 2026, menyusul pemberitaan mengenai WNI yang dikabarkan meninggal dunia di medan perang Ukraina. Menurut Dave, pemerintah perlu menelusuri kasus ini secara menyeluruh, termasuk bagaimana proses perekrutan terhadap WNI tersebut berlangsung.
Dorongan penyelidikan ini berkaitan dengan tugas perlindungan warga negara di luar negeri yang melekat pada pemerintah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebelumnya telah menyatakan melakukan verifikasi atas kabar WNI yang tewas sebagai tentara Rusia di Ukraina. Verifikasi itu penting untuk memastikan identitas korban, kronologi kejadian, serta langkah lanjutan yang dapat diambil negara.
Kasus ini sebelumnya juga mendapat perhatian dari anggota Komisi I DPR lainnya. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini meminta pemerintah memperkuat perlindungan WNI setelah Muhammad Taufiq (48) dikabarkan tewas saat menjadi tentara Rusia di Ukraina. Amelia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran pekerjaan luar negeri bergaji besar dengan proses perekrutan yang tidak transparan.
Pernyataan Dave Laksono melengkapi desakan dari parlemen agar kasus ini tidak berhenti pada pemberitaan. Sebagai Wakil Ketua Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan intelijen, Dave menilai penyelidikan menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang dan agar keluarga korban memperoleh kejelasan.
Perlindungan WNI dari perekrutan militer asing menjadi isu yang sensitif karena menyangkut keselamatan warga negara di wilayah konflik. Perekrutan oleh militer negara lain umumnya berlangsung di luar jalur resmi penempatan pekerja migran, sehingga warga yang terlibat sering kali tidak memiliki perlindungan hukum dan jaminan keselamatan yang memadai.
Dalam konteks ini, penyelidikan pemerintah mencakup sejumlah aspek, antara lain jalur keberangkatan WNI, pihak yang merekrut, serta janji-janji yang diberikan dalam proses perekrutan. Hasil penyelidikan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi langkah pencegahan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai modus perekrutan yang patut diwaspadai.
Komisi I DPR sendiri memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan luar negeri dan pertahanan. Dukungan terhadap penyelidikan Kemlu menunjukkan bahwa parlemen memandang kasus ini sebagai persoalan serius yang memerlukan tindak lanjut konkret, bukan sekadar keprihatinan sesaat.
Di sisi lain, kewaspadaan masyarakat menjadi lapisan perlindungan pertama. Tawaran pekerjaan luar negeri dengan gaji besar dan proses yang cepat perlu dicermati, terutama bila tawaran itu datang dari pihak yang tidak jelas legalitasnya dan tidak melalui jalur resmi. Masyarakat yang menerima tawaran semacam itu disarankan memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan.
Kasus WNI yang dikabarkan tewas di Ukraina ini menjadi pengingat bahwa perlindungan warga negara di luar negeri membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat. Penyelidikan yang tuntas, informasi yang jelas bagi keluarga korban, serta pencegahan perekrutan ilegal menjadi langkah-langkah yang dinantikan publik dari kasus ini.
Apa poin penting dari berita ini?
- Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono prihatin atas kabar WNI tewas di Ukraina setelah dikabarkan menjadi tentara Rusia.
- Dave mendorong pemerintah menyelidiki kasus tersebut dan memperkuat perlindungan WNI dari perekrutan militer asing.
- Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan melakukan verifikasi atas kabar WNI yang tewas sebagai tentara Rusia di Ukraina.
- Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini pada 31 Oktober 2026 juga meminta perlindungan WNI diperkuat dan masyarakat waspada terhadap tawaran kerja bergaji besar yang tidak transparan.
- Dukungan Komisi I terhadap penyelidikan menunjukkan parlemen memandang kasus ini sebagai persoalan serius yang memerlukan tindak lanjut konkret.


