Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjelaskan secara terbuka kemungkinan dukungan terhadap konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Desakan itu disampaikan pada Minggu, 1 November 2026, menjelang pelaksanaan konser tersebut.
Permintaan penjelasan terbuka ini muncul di tengah sorotan publik terhadap rencana konser Bocelli di Indonesia. Konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour itu dijadwalkan berlangsung di dua kota, yakni di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Sorotan terhadap konser ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010. Dugaan tersebut menjadi dasar tuntutan sejumlah pihak agar pemerintah mempertimbangkan kembali penyelenggaraan konser, sejalan dengan sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Di tingkat pusat, desakan serupa sebelumnya telah disampaikan sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, meminta pemerintah membatalkan konser Bocelli, baik di Borobudur maupun di Jakarta, dan mengingatkan agar pemerintah tidak menerapkan standar ganda terhadap musisi asing yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Israel.
Anggota DPR RI Mardani Ali Sera juga menyatakan bahwa pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat. Menurut Mardani, bila ada artis yang mendukung pihak yang melakukan genosida, hal itu sangat bertentangan dengan konstitusi, sehingga konser sebaiknya dibatalkan atau setidaknya disertai pernyataan dari Bocelli bahwa dirinya menyesal dan tidak mendukung tindakan tersebut.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyatakan penolakan terhadap konser ini. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyesalkan keputusan pemerintah yang dinilai tidak sejalan dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat. MUI merujuk pada penelusuran mengenai keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana FIDF di Los Angeles pada 2010.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan konser tetap digelar. Pertimbangan yang mengemuka adalah dampak ekonomi dan pariwisata, dengan keyakinan bahwa kehadiran Bocelli di Indonesia dapat memberi dampak ekonomi sebesar 44 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp792 miliar. Promotor konser, Shoemaker Live, menyatakan konser akan tetap berlangsung sesuai jadwal dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan dan arahan selama proses penyelenggaraan.
Dalam konteks inilah desakan Fraksi PKS DPRD DKI menjadi relevan. Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, fraksi tersebut meminta Pemprov DKI menjelaskan secara terbuka bentuk dukungan yang mungkin diberikan terhadap konser di JIExpo Kemayoran. Penjelasan terbuka dinilai penting agar publik memahami posisi pemerintah daerah dalam persoalan yang menyangkut aspirasi masyarakat dan sikap politik luar negeri Indonesia.
Desakan ini juga menunjukkan bahwa persoalan konser Bocelli tidak hanya menjadi perdebatan di tingkat pusat, melainkan juga di tingkat daerah tempat konser digelar. Jakarta sebagai lokasi konser kedua menjadi titik perhatian, karena keputusan pemerintah daerah ikut menentukan bagaimana konser tersebut terselenggara di ibu kota.
Hingga menjelang pelaksanaan konser pada 3 November 2026, perdebatan antara pertimbangan ekonomi dan pariwisata di satu sisi serta aspirasi penolakan di sisi lain masih berlangsung. Penjelasan terbuka dari Pemprov DKI yang diminta Fraksi PKS menjadi salah satu jawaban yang dinantikan publik sebelum konser digelar di JIExpo Kemayoran.
Apa poin penting dari berita ini?
- Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI menjelaskan secara terbuka kemungkinan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.
- Konser Romanza 30th Anniversary World Tour dijadwalkan di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.
- Sorotan terhadap konser ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces pada 2010.
- Di tingkat pusat, BKSAP DPR RI dan anggota DPR dari Fraksi PKS sebelumnya telah mendesak pembatalan konser, sejalan dengan sikap MUI yang menolak.
- Pemerintah memutuskan konser tetap digelar dengan pertimbangan dampak ekonomi dan pariwisata yang diperkirakan mencapai 44 juta dolar Amerika Serikat.


