Sunday, 1 November 2026
Teknologi

Saraswati Ingatkan Pengusaha: Teknologi untuk Produktivitas, Bukan Hilangkan Lapangan Kerja

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat menyampaikan pandangan soal teknologi dan lapangan kerja

Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengingatkan kalangan pengusaha agar memastikan penerapan teknologi baru meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan lapangan kerja. Pesan itu disampaikannya dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III di The Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Saraswati yang juga Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda menilai Indonesia menghadapi tantangan khusus dalam mengadopsi teknologi. Menurut dia, banyak teknologi dikembangkan di negara-negara yang memiliki lebih banyak lapangan pekerjaan daripada manusianya, sehingga teknologi tersebut dirancang untuk mengisi kekosongan tenaga kerja.

Kondisi Indonesia justru sebaliknya. Indonesia memiliki lebih banyak manusia daripada lapangan pekerjaan yang tersedia. Karena itu, penggunaan teknologi yang sama secara mentah-mentah di Indonesia dinilai berpotensi menimbulkan permasalahan besar di bidang ketenagakerjaan.

“Mereka datang dari negara-negara yang memiliki lebih banyak lapangan pekerjaan daripada manusianya. Sehingga mereka harus mengembangkan teknologi yang bisa mengisi kekosongan itu,” ujar Saraswati.

“Kalau kita menggunakan teknologi itu di Indonesia, yang di mana kita memiliki lebih banyak manusia daripada lapangan pekerjaan, tentunya akan terjadi permasalahan yang besar,” lanjutnya.

Politikus Partai Gerindra tersebut meminta para pelaku usaha yang membawa inovasi teknologi ke Indonesia memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja. Ia menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai pendukung peningkatan produktivitas, bukan sebagai pengganti tenaga kerja.

“Nah, di sini harus ada kesadaran dari kita semua, terutama dari para pengusaha, teman-teman saya pengusaha yang mau untuk membawa teknologi-teknologi baru, mari kita memastikan bahwa teknologi yang kita hadirkan itu untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan,” tegas Rahayu Saraswati.

Pesan ini relevan di tengah pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia usaha. AI kini digunakan di berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan, produksi, hingga industri kreatif. Tanpa arah yang jelas, otomatisasi yang berlebihan berpotensi menyingkirkan peran manusia, terutama pekerja yang keterampilannya belum diperbarui.

Saraswati juga mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan meminta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi perlu bersama-sama menyusun peta pemanfaatan teknologi yang adil, agar transformasi digital berjalan inklusif dan tidak meninggalkan pekerja di belakang.

Dengan pendekatan seperti itu, teknologi diharapkan menjadi mitra yang memperkuat daya saing usaha sekaligus membuka peluang kerja baru, bukan ancaman yang menutup kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan. Kesadaran pengusaha menjadi kunci, karena keputusan adopsi teknologi di perusahaan pada akhirnya menentukan apakah inovasi tersebut memperluas atau justru mempersempit lapangan kerja.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengingatkan kalangan pengusaha agar memastikan penerapan teknologi baru meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan lapangan kerja.
  • Indonesia memiliki lebih banyak manusia daripada lapangan pekerjaan yang tersedia.
  • Politikus Partai Gerindra tersebut meminta para pelaku usaha yang membawa inovasi teknologi ke Indonesia memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja.
  • Saraswati juga mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan meminta kolaborasi lintas sektor.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *