Pemeriksa fakta Mafindo melalui kanal TurnBackHoax memastikan bahwa unggahan video yang mengatasnamakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan menjanjikan hadiah uang tunai adalah penipuan. Unggahan tersebut beredar di Facebook pada 16 Oktober 2026 lewat sebuah akun yang memakai nama sang menteri, dan isinya mengajak warganet mengikuti sebuah kuis susun kata dengan iming-iming dana sebesar Rp100 juta.
Dalam video yang beredar, sosok yang ditampilkan tampak menyampaikan salam pembuka kepada penonton, lalu mengajak siapa pun yang berhasil menyusun kata dengan benar untuk segera menghubunginya lewat Messenger. Kata yang harus disusun ditampilkan dalam bentuk huruf yang belum lengkap, yakni p_t_n_. Pada keterangan tambahan, pengunggah menuliskan ajakan serupa dan menyebut hadiah itu sebagai dana bantuan pertanian senilai Rp100 juta, dengan arahan agar peminat menghubungi nomor WhatsApp. Hingga 29 Oktober 2026, unggahan tersebut tercatat sudah memancing tiga komentar dari warganet yang mencoba menjawab tebak kata itu.
Tim pemeriksa fakta kemudian menelusuri potongan gambar dari video tersebut menggunakan Google Lens. Penelusuran itu mengarah pada sebuah video asli yang tayang di YouTube pada Februari 2026 melalui kanal BBPPTP Surabaya. Video aslinya merekam kegiatan Menteri Pertanian di Nusa Tenggara Barat, ketika ia melakukan penanaman bawang putih secara simbolis sebagai bagian dari upaya menuju swasembada bawang putih nasional. Pakaian dan latar belakang dalam video asli itu tampak serupa dengan video yang beredar, tetapi isi ucapannya berbeda jauh.
Dalam rekaman aslinya, sang menteri tidak pernah menyampaikan janji membagikan uang Rp100 juta kepada penonton. Ia hanya tampil dalam konteks kegiatan penanaman simbolis tersebut. Perbedaan inilah yang menjadi kunci: potongan video lama dipakai ulang, lalu ditempeli narasi baru tentang kuis berhadiah yang tidak pernah ada dalam rekaman aslinya.
Untuk menguji keaslian materi yang beredar, pemeriksa fakta mengunduh video itu dan memeriksanya dengan perangkat pendeteksi konten buatan kecerdasan artifisial, Hive Moderation. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa sekitar 53,5 hingga 73,9 persen bingkai video tersebut terdeteksi kemungkinan merupakan hasil buatan AI. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa video yang beredar telah diolah, bukan rekaman utuh yang memang berisi ajakan kuis dari sang menteri.
Pola seperti ini patut diwaspadai karena janji uang tunai dalam jumlah besar adalah umpan yang mudah menarik perhatian. Korban diarahkan untuk menghubungi pengunggah lewat jalur pribadi, seperti Messenger atau WhatsApp, dan dari titik itulah penipuan lanjutan bisa terjadi, misalnya permintaan data pribadi, biaya administrasi, atau transfer uang dengan berbagai alasan. Karena itu, warganet diminta tidak menanggapi ajakan tersebut, tidak mengirim pesan ke nomor yang dicantumkan, dan tidak membagikan ulang video itu tanpa memeriksa kebenarannya.
Sebagai langkah aman, informasi resmi mengenai program dan bantuan dari Kementerian Pertanian sebaiknya dicek langsung melalui kanal resmi kementerian atau pemberitaan dari media yang kredibel. Bila menemukan akun yang mengatasnamakan pejabat dan menawarkan hadiah uang, pengguna media sosial dapat melaporkannya ke platform terkait agar tidak semakin banyak orang yang terjebak. Mafindo menyimpulkan unggahan kuis berhadiah dari Menteri Pertanian tersebut sebagai hoaks dengan kategori konten tiruan, karena akun dan video itu meniru identitas pejabat untuk menyebarkan klaim palsu.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pemeriksa fakta Mafindo memastikan unggahan video kuis berhadiah yang mengatasnamakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah penipuan.
- Video yang beredar pada 16 Oktober 2026 menjanjikan Rp100 juta bagi yang berhasil menyusun kata p_t_n_ dan mengarahkan peminat menghubungi Messenger atau WhatsApp.
- Penelusuran Google Lens mengarah pada video asli Februari 2026 tentang penanaman simbolis bawang putih di Nusa Tenggara Barat, tanpa janji bagi-bagi uang.
- Pemindaian Hive Moderation mendeteksi 53,5 hingga 73,9 persen bingkai video kemungkinan merupakan hasil buatan AI.
- Mafindo mengategorikan unggahan itu sebagai konten tiruan, dan warganet diminta tidak menanggapi atau membagikannya ulang.


