Kontingen bulu tangkis Kabupaten Wonogiri menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Setelah penantian selama 11 tahun, Wonogiri akhirnya meraih medali emas, yang dipersembahkan melalui nomor ganda putra pada pertandingan yang digelar di GOR Kalijaga, Demak, pada 27 hingga 30 Oktober 2026.
Medali emas tersebut diraih pasangan Albani Muhammad Bije dan Arifka Okta Disabian. Keduanya sukses melewati pertandingan final yang berlangsung sengit menghadapi pasangan Kabupaten Pekalongan, Ubaid dan Zabad. Pertandingan final menggunakan format tiga gim, dengan sistem dua kali kemenangan yang menguji ketahanan dan konsistensi kedua pasangan.
Pada gim pertama, pasangan Wonogiri harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-21. Memasuki gim kedua, pasangan Wonogiri mulai menemukan pola permainan terbaiknya. Melalui strategi yang lebih terarah, keduanya mampu membalikkan keadaan dan merebut gim kedua dengan skor 21-17, sehingga pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Albani dan Arifka tampil semakin percaya diri. Serangan demi serangan dilancarkan untuk menekan pertahanan lawan hingga akhirnya pasangan Wonogiri memastikan kemenangan dengan skor 21-14, sekaligus mengunci medali emas. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Wonogiri yang selama 11 tahun belum pernah meraih emas pada kejuaraan tingkat provinsi tersebut.
Selain emas dari nomor ganda putra, Wonogiri juga berhasil mengamankan medali perunggu melalui nomor ganda campuran. Medali tersebut diraih Albani Muhammad Bije yang berpasangan dengan Alifia Intan. Dengan hasil tersebut, kontingen bulu tangkis Wonogiri menutup kiprahnya di Porprov Jawa Tengah 2026 dengan membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu.
Porprov merupakan ajang multi-cabang tingkat provinsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota. Bagi Wonogiri, emas ganda putra ini menjadi bukti bahwa pembinaan bulu tangkis di daerah tersebut membuahkan hasil, terutama setelah bertahun-tahun hanya mampu mendekati podium tertinggi tanpa berhasil meraihnya.
Capaian ini diharapkan menjadi pemicu bagi pembinaan atlet muda Wonogiri berikutnya. Dengan emas pertama setelah 11 tahun penantian, pasangan Albani dan Arifka tidak hanya mencatatkan nama mereka dalam sejarah olahraga Wonogiri, tetapi juga memberi contoh bahwa ketekunan dan strategi yang tepat dapat membalikkan keadaan, bahkan setelah tertinggal pada gim pertama final.
Apa poin penting dari berita ini?
- Wonogiri meraih medali emas Porprov Jawa Tengah 2026 lewat ganda putra Albani Muhammad Bije dan Arifka Okta Disabian di GOR Kalijaga, Demak, pada 27 hingga 30 Oktober 2026.
- Final ganda putra dimenangi Wonogiri atas pasangan Pekalongan, Ubaid dan Zabad, dengan skor 16-21, 21-17, dan 21-14.
- Emas ini mengakhiri penantian 11 tahun Wonogiri untuk meraih medali emas kejuaraan tingkat provinsi Jawa Tengah.
- Wonogiri juga meraih perunggu ganda campuran lewat Albani Muhammad Bije dan Alifia Intan, sehingga total membawa pulang satu emas dan satu perunggu.
- Kemenangan ini menjadi bukti pembinaan bulu tangkis Wonogiri yang membuahkan hasil setelah bertahun-tahun mendekati podium tertinggi.

