PT Pertamina Patra Niaga menggandeng PT Len Industri dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik roda dua nasional. Kerja sama itu diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepakatan atau MoU pengembangan jaringan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai yang terintegrasi dalam program Motor Listrik Nasional (Molinas).
Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta pada Selasa (27/10) oleh direksi ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dan disaksikan jajaran pimpinan Danantara Indonesia. Dalam kesempatan itu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, mengatakan penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk mengambil peran dalam transisi energi nasional, khususnya di sektor transportasi roda dua.
Menurut Eko, kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem kendaraan listrik dan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan bagi masyarakat luas. Melalui sinergi ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berpartisipasi dalam program Molinas, tetapi juga mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 atau lebih cepat.
“Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah,” ujar Eko Ricky.
Keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam proyek Molinas akan berfokus pada penyediaan infrastruktur hilir. Perusahaan akan memanfaatkan jaringan SPBU dan titik-titik ritel strategis miliknya untuk diintegrasikan dengan fasilitas charging atau pengisian daya dan swapping atau penukaran baterai motor listrik.
Menurut Eko, Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan Green Energy Station (GES) di berbagai wilayah Indonesia sebagai salah satu penopang program Molinas. Hingga saat ini, 837 SPBU Pertamina dikembangkan menjadi Green Energy Station. Sebanyak 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station telah tersedia di SPBU untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.
“Transformasi SPBU menjadi Green Energy Station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat,” ungkap Eko Ricky.
Sinergi tiga pilar BUMN ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.
Program Molinas merupakan inisiatif strategis nasional yang diresmikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia, mulai dari komponen lokal, manufaktur, baterai, hingga layanan purnajual.
“Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih,” pungkas Eko Ricky.
Dengan jaringan SPBU yang sudah tersebar luas dan kini dilengkapi fasilitas pengisian daya serta penukaran baterai, pengguna motor listrik diharapkan tidak lagi terkendala jarak dan ketersediaan infrastruktur. Kehadiran charging station dan swapping station di titik-titik strategis menjadi kunci agar kendaraan listrik roda dua bisa dipakai sehari-hari, bukan hanya di kota besar, melainkan juga menjangkau wilayah yang lebih luas.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pertamina Patra Niaga, Len Industri, dan PLN menandatangani MoU pengembangan ekosistem charging dan swapping untuk program Motor Listrik Nasional (Molinas) di Jakarta pada Selasa (27/10).
- Penandatanganan disaksikan jajaran pimpinan Danantara Indonesia dan menjadi langkah strategis transisi energi di sektor transportasi roda dua.
- Pertamina Patra Niaga berfokus pada infrastruktur hilir dengan mengintegrasikan jaringan SPBU dan titik ritel strategis ke fasilitas pengisian daya dan penukaran baterai.
- Sebanyak 837 SPBU telah dikembangkan menjadi Green Energy Station, dengan 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station.
- Kolaborasi ini mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060 dan kemandirian industri kendaraan listrik roda dua dalam negeri.


