Pasangan ganda campuran Indonesia, Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti, menjadi juara BWF World Junior Championships 2026 setelah memenangi final yang dramatis di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Dian, yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, menjadi putri Aceh pertama yang meraih gelar juara dunia bulu tangkis junior, dan prestasi itu membawa nama baik Aceh di panggung internasional.
Di final, Luthfi dan Dian mengalahkan wakil China, Feng Yi Lang dan Li Meng Han, melalui pertandingan tiga gim yang menegangkan. Pasangan Indonesia itu memenangi gim pertama dengan skor 17-15, kehilangan kendali pada gim kedua dan kalah 8-15, lalu merebut gim penentuan dengan skor 16-14 setelah sempat tertinggal 11-14 dan berada di ambang kekalahan. Pukulan drive Luthfi yang gagal dikembalikan Li Meng Han setelah reli enam pukulan memastikan kemenangan dan gelar juara dunia junior ganda campuran bagi Indonesia.
Perjalanan menuju final pun tidak mudah. Sehari sebelum final, Luthfi dan Dian menyingkirkan pasangan Taiwan, Wei Ting Lee dan Yu Hsi Chen, di semifinal, serta melewati pertarungan rubber game yang dramatis melawan pasangan-pasangan kuat dari Taiwan dan Jepang. Luthfi dan Dian bukan pasangan unggulan utama; mereka menempati unggulan ke-23, sedangkan Feng dan Li berada di posisi unggulan ke-29, sehingga kemenangan mereka menjadi kejutan yang membanggakan.
Latar belakang kedua pemain menunjukkan pembinaan panjang sebelum mencapai podium tertinggi. Luthfi berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Dian berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, dan memulai pembinaan bulu tangkisnya di PB Teuku Umar sejak 2016, ketika masih duduk di kelas III sekolah dasar, setelah sebelumnya sempat berlatih silat selama sekitar dua tahun. Pada 2019, saat berusia 11 tahun, Dian mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum di Surabaya dan meraih Super Tiket untuk melanjutkan seleksi di Kudus, Jawa Tengah, yang membuka jalannya menuju pembinaan di PB Djarum dan kemudian kompetisi internasional. Keluarga di Desa Seuneubok, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, menjadi penyemangat utama: ayahnya, Saidi Mukti, seorang guru Biologi, bersama ibunya yang berprofesi bidan, mengikuti pertandingan Dian lewat siaran langsung dari kampung halaman, termasuk saat Dian bertanding di Kairo. Dian tercatat sebagai satu-satunya putri dari Aceh Barat yang lolos seleksi kala itu, dan setelah enam tahun ditempa di Kudus, hasilnya meledak pada Oktober 2026 di Kairo.
Gelar ini juga menyamai prestasi senior mereka, Leo Rolly Carnando dan Indah Cahya Sari Jamil, yang meraih gelar juara dunia junior ganda campuran pada 2018. Selain gelar ganda campuran, Indonesia juga meraih emas tunggal putra pada kejuaraan yang sama melalui Radithya Bayu Wardhana, yang mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, di final. Dengan demikian, Indonesia membawa pulang dua medali emas dari BWF World Junior Championships 2026.
Bagi Aceh, gelar Dian memiliki makna khusus. Ia kini tercatat sebagai atlet bulu tangkis putri pertama asal Aceh Barat yang tidak hanya menembus asrama PB Djarum, tetapi juga mengukir tinta emas sebagai juara dunia junior. Prestasi itu menjadi bukti bahwa atlet dari daerah dapat bersaing dan menang di level dunia, sekaligus menjadi inspirasi bagi pembinaan bulu tangkis muda di Aceh.
Apa poin penting dari berita ini?
- Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti juara ganda campuran BWF World Junior Championships 2026 di Kairo, Mesir.
- Final dimenangi atas pasangan China Feng Yi Lang dan Li Meng Han dengan skor 17-15, 8-15, 16-14 pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
- Dian berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, dan menjadi putri Aceh pertama peraih gelar juara dunia bulu tangkis junior.
- Luthfi-Dian sempat tertinggal 11-14 di gim penentuan sebelum membalikkan keadaan dan memastikan gelar.
- Gelar ini menyamai prestasi Leo Rolly Carnando dan Indah Cahya Sari Jamil pada 2018.
- Indonesia juga meraih emas tunggal putra lewat Radithya Bayu Wardhana pada kejuaraan yang sama.


