Friday, 30 October 2026
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi ke US$115,74

Ilustrasi kilang minyak dengan tangki dan cerobong industri

JAKARTA — Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Jumat (30/10) pagi. Kenaikan terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meningkatkan serangan terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi.

Pada pukul 01.22 GMT, harga minyak mentah Brent naik 86 sen atau 0,75 persen menjadi US$115,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 72 sen atau 0,71 persen menjadi US$102,72 per barel.

Secara bulanan, Brent diperkirakan mencatat kenaikan hampir 14 persen. Sementara itu, WTI menuju kenaikan sekitar 15 persen dan diperkirakan ditutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak April. Angka-angka ini menunjukkan tekanan harga minyak yang terus menguat sepanjang Oktober.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Houthi pada Kamis (29/10) mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi. Target serangan tersebut termasuk kilang minyak terbesar negara itu, Ras Tanura, kilang Rabigh, serta fasilitas Aramco di Abqaiq. Serangan terhadap infrastruktur energi utama Arab Saudi ini langsung memicu kekhawatiran pasar atas kelancaran pasokan minyak global.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah rudal jelajah yang diluncurkan Houthi menuju wilayah barat kerajaan tersebut. Meski pencegatan berhasil, pasar tetap waspada karena serangan terhadap fasilitas energi dapat terulang.

Kepala Riset Energi MST Marquee Saul Kavonic mengatakan aktivitas militer yang berlanjut di sekitar Selat Hormuz, ditambah ketidakpastian jalur diplomasi, membuat harga minyak tetap tinggi. Pasar memperkirakan konflik dapat meningkat dalam beberapa pekan mendatang, sehingga premi risiko pada harga minyak belum mereda.

“Serangan militer yang terus berlanjut di sekitar Selat Hormuz, di tengah keraguan terhadap kemungkinan tercapainya jalur diplomasi yang efektif, membuat harga minyak tetap tinggi karena pasar memperkirakan konflik akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang,” kata Kavonic.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Wakil Presiden JD Vance telah menghubungi Iran untuk membantu negara tersebut memperoleh pasokan medis, Kamis (29/10). Pernyataan itu muncul setelah media AS melaporkan Vance mengirim surat kepada pejabat keamanan tertinggi Iran untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan Iran juga telah menerima surat dari Vance, tetapi belum memberikan tanggapan. Iran disebut menginginkan AS memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran sebelum pembicaraan dapat berjalan.

Di tengah perkembangan tersebut, Garda Revolusi Iran menyatakan tiga kapal tanker terkena ranjau laut, meledak, dan terbakar ketika mencoba menggunakan jalur yang tidak diizinkan di selatan Selat Hormuz. Insiden ini menambah ketegangan di jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia, dan menjadi alasan lain bagi pasar untuk menjaga harga minyak tetap tinggi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Jumat (30/10) pagi, dengan Brent naik 0,75 persen menjadi US$115,74 per barel dan WTI naik 0,71 persen menjadi US$102,72 per barel.
  • Kenaikan terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan setelah Houthi mengklaim menyerang kilang Ras Tanura, kilang Rabigh, dan fasilitas Aramco di Abqaiq pada Kamis (29/10).
  • Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah rudal jelajah Houthi menuju wilayah barat kerajaan tersebut.
  • Analis menilai aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz dan keraguan atas jalur diplomasi membuat harga minyak tetap tinggi, ditambah insiden tiga kapal tanker yang terkena ranjau laut di selatan Selat Hormuz.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *