Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menunjuk Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital. Penunjukan itu ditujukan untuk memastikan pemerataan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap berjalan tanpa jeda kepemimpinan.
Informasi penunjukan tersebut dimuat dalam unggahan Instagram @bakti.komdigi pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan dikonfirmasi oleh Wayan Toni Supriyanto. Penunjukan ini menyusul pengunduran diri Fadhilah Mathar dari jabatan Direktur Utama BAKTI, yang berlaku efektif pada Rabu, 28 Oktober 2026.
BAKTI merupakan badan di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital yang bertugas membangun aksesibilitas telekomunikasi dan informasi, terutama di wilayah yang belum terlayani layanan komersial. Wilayah 3T selama ini menjadi fokus utama program pemerataan, karena kesenjangan akses internet masih menjadi persoalan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan terluar.
Dengan penunjukan Plt. Dirut, roda organisasi BAKTI diharapkan tetap berjalan normal selama masa transisi. Wayan Toni Supriyanto, yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, memimpin sementara hingga ditetapkan direktur utama definitif. Rangkap tugas ini dimaksudkan menjaga kesinambungan program, karena pembangunan infrastruktur digital di wilayah 3T tidak bisa menunggu lowongnya jabatan pimpinan.
Pemerataan internet di wilayah 3T menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat tersambung dengan akses yang merata. Konektivitas yang andal dibutuhkan untuk layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah terpencil. Tanpa internet yang memadai, kesenjangan layanan antara wilayah perkotaan dan wilayah 3T akan semakin lebar.
Penunjukan ini juga menegaskan komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menjaga keberlanjutan program BAKTI di tengah pergantian pimpinan. Program pemerataan yang sudah berjalan harus terus dieksekusi, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah 3T.
Ke depan, kepemimpinan sementara di BAKTI diharapkan mampu menjaga ritme kerja organisasi, memastikan setiap program berjalan sesuai rencana, dan menyiapkan transisi yang rapi menuju kepemimpinan definitif. Dengan begitu, target pemerataan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar dapat terus dikejar tanpa terganggu pergantian pejabat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Menkomdigi Meutya Hafid menunjuk Dirjen Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto sebagai Plt. Direktur Utama BAKTI.
- Penunjukan diumumkan melalui unggahan Instagram @bakti.komdigi pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan dikonfirmasi oleh Wayan.
- Fadhilah Mathar mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BAKTI efektif Rabu, 28 Oktober 2026.
- Penunjukan Plt. Dirut ditujukan untuk memastikan pemerataan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap berjalan.
- Wayan memimpin sementara BAKTI hingga ditetapkan direktur utama definitif, agar program pemerataan tidak terhenti selama masa transisi.


