Observatorium Vera C. Rubin menemukan dua lagi satelit redup Bima Sakti, yakni sebuah galaksi katai ultraredup yang kemungkinan besar bernama Aquarius IV dan sebuah gugus bola bernama Rubin-GC1. Temuan ini berasal dari data pratinjau awal observatorium tersebut, Early Data Preview 2 (EDP2), yang dirilis pada Juli 2026, dan dilaporkan dalam dua makalah ilmiah baru.
Apa yang ditemukan? Dua sistem bintang yang sangat redup di pinggiran Bima Sakti. Aquarius IV, yang juga tercatat sebagai Rubin J2201−0234, digambarkan sebagai sistem bintang purba bermetal rendah dengan luminositas rendah di halo luar galaksi. Rubin-GC1, atau Rubin J1628−1735, adalah gugus bola yang bintang-bintangnya berusia sekitar 9,2 miliar tahun dan cukup kaya logam, sehingga kemungkinan besar merupakan gugus bintang di ujung redup distribusi gugus bola di sekitar Bima Sakti.
Siapa yang menemukan dan menelitinya? Tim yang dipimpin William Cerny, mahasiswa astronomi di Sekolah Pascasarjana Seni dan Sains Universitas Yale, menulis makalah Aquarius IV yang terbit di Research Notes of the American Astronomical Society. Makalah Rubin-GC1 dipimpin Aashay Pai, mahasiswa pascasarjana di Departemen Fisika Universitas Chicago, dan telah diterima untuk terbit di The Astrophysical Journal Letters. Profesor Marla Geha dari Yale ikut menjadi penulis pada kedua studi tersebut.
Kapan dan di mana penemuan ini terjadi? Data yang dipakai adalah EDP2 dari Observatorium Vera C. Rubin, dan kedua objek itu berada di wilayah halo Bima Sakti. Aquarius IV dikonfirmasi lewat citra dari Dark Energy Camera. Rubin-GC1 terdeteksi ke arah tonjolan galaksi, wilayah dengan kepadatan bintang sangat tinggi dan debu tebal, sehingga penemuannya dinilai makin mengesankan.
Mengapa temuan ini penting? Satelit redup Bima Sakti, baik galaksi katai ultraredup maupun gugus bola, adalah potongan teka-teki sejarah pertumbuhan galaksi lewat penggabungan. Para astronom sejauh ini telah menemukan sekitar 65 galaksi satelit katai dan sekitar 40 gugus bola di halo Bima Sakti, tetapi mereka menduga masih banyak yang belum ditemukan. Galaksi katai ultraredup bisa hanya memiliki beberapa ratus bintang, dan perbedaan pentingnya dengan gugus bola adalah kandungan materi gelap: galaksi katai ultraredup memiliki materi gelap, sedangkan gugus bola umumnya tidak.
Bagaimana temuan ini mengubah pemahaman? Untuk Aquarius IV, klasifikasi pastinya masih menunggu pencitraan yang lebih dalam dan spektroskopi, karena sejauh ini hanya sebagian kecil bintangnya yang terdeteksi. Para peneliti menulis bahwa sifat-sifatnya sangat menyerupai galaksi katai ultraredup terkecil dan teredup yang sudah terkonfirmasi, meski kemungkinan gugus bola belum sepenuhnya dikesampingkan. Sementara itu, Rubin-GC1 kemungkinan besar adalah gugus yang tertarik ke Bima Sakti dan terkait dengan lengan depan Sagitarius, aliran bintang dari galaksi katai sferoid Sagitarius yang sedang bergabung dengan Bima Sakti.
Penulis pertama Cerny menilai temuan ini baru permulaan. Ia mengatakan, jika observatorium ini sudah bisa menemukan sistem seredup dan sesulit itu hanya dari data pratinjau, survei penuhnya selama sepuluh tahun niscaya akan menghasilkan jauh lebih banyak penemuan satelit Bima Sakti. Para penulis makalah Aquarius IV juga menulis bahwa sistem serupa Aquarius IV pada akhirnya diperkirakan dapat terdeteksi dengan efisiensi di atas 85 persen menggunakan algoritma pencarian yang sama, seiring meningkatnya sensitivitas survei Legacy Survey of Space and Time (LSST) milik Rubin.
Ke depan, pengamatan Rubin akan bekerja bersama observatorium lain, seperti Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman dan Euclid, untuk menembus selubung debu galaksi dan mengungkap satelit redup yang selama ini tersembunyi. Dengan melengkapi sensus satelit di sekitar Bima Sakti, para astronom berharap dapat menguji model pembentukan galaksi, menelusuri sejarah penggabungan Bima Sakti, dan menyelidiki sifat materi gelap.
Apa poin penting dari berita ini?
- Observatorium Vera C. Rubin menemukan dua satelit redup Bima Sakti dari data Early Data Preview 2 yang dirilis Juli 2026.
- Aquarius IV kemungkinan besar adalah galaksi katai ultraredup, sedangkan Rubin-GC1 kemungkinan besar adalah gugus bola yang sangat redup.
- Rubin-GC1 terdeteksi ke arah tonjolan galaksi yang padat bintang dan tebal debu, dan kemungkinan terkait dengan aliran bintang Sagitarius.
- Klasifikasi pasti Aquarius IV masih menunggu pencitraan lebih dalam dan spektroskopi.
- Para peneliti menilai temuan ini baru permulaan, dan survei sepuluh tahun Rubin diperkirakan akan menemukan jauh lebih banyak satelit Bima Sakti.


