Aktris Cynthia Nixon membela perjalanan karakter Miranda Hobbes dalam serial sekuel And Just Like That, meskipun sebagian penggemar mengaku terkejut dengan arah cerita tersebut. Dalam wawancara dengan The New York Times yang dibahas pada 2 November 2026, Nixon menegaskan bahwa ia justru menyukai sisi rapuh Miranda yang ditampilkan dalam serial lanjutan Sex and the City itu.
Miranda, yang diperankan Nixon sejak serial aslinya, mengalami perubahan besar dalam And Just Like That. Ia mempertanyakan pernikahannya dengan Steve Brady, meninjau kembali kariernya, serta menggugat identitas yang selama ini melekat pada dirinya. Di tengah perubahan itu, serial ini juga menampilkan pergulatan Miranda dengan konsumsi alkohol dan upayanya memulai hidup baru beserta hubungan-hubungan barunya.
Nixon menyebut ia menyukai “kesedihan, alkoholisme, dan kecanggungan” Miranda, karena sisi-sisi itulah yang membuat karakter tersebut terasa manusiawi. Ia juga membela usaha Miranda untuk menjadi lebih sadar secara politik, meski sebagian penonton merasa “ngeri” melihat proses tersebut. Menurut Nixon, Miranda sedang berusaha, meski dengan cara yang tidak sempurna, untuk menghadapi hak istimewanya dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Upaya itu tercermin dalam hubungan Miranda dengan Che Diaz, lalu dengan Joy pada fase berikutnya. Kedua hubungan tersebut menjadi bagian dari proses Miranda menata ulang hidupnya, bukan sekadar bumbu cerita. Bagi Nixon, perubahan yang canggung dan tidak selalu mulus justru menjadi inti dari perjalanan karakternya.
Mengapa pembelaan ini penting? And Just Like That sejak awal memancing perdebatan di kalangan penggemar lama Sex and the City. Sebagian penonton merasa karakter-karakter yang mereka kenal berubah terlalu jauh, sementara sebagian lain menilai perubahan itu wajar untuk tokoh yang sudah melewati puluhan tahun kehidupan. Nixon menempatkan dirinya pada posisi kedua: tokoh yang tumbuh tidak harus selalu tampil menyenangkan.
Perbedaan antara Miranda versi lama dan versi baru memang mencolok. Dalam serial aslinya, Miranda dikenal sebagai sosok yang rasional, berkarier kuat, dan lugas. Dalam sekuelnya, ia justru sering tampak goyah dan mengambil keputusan yang membingungkan orang-orang di sekitarnya. Nixon menilai kegoyahan itu sebagai bagian dari kejujuran cerita tentang seseorang yang mempertanyakan hampir seluruh fondasi hidupnya.
Dengan serial sekuel yang telah menuntaskan penayangannya, perbincangan soal Miranda kemungkinan tetap berlanjut di kalangan penggemar. Pembelaan Nixon setidaknya menegaskan satu hal: perubahan Miranda bukan kecelakaan cerita, melainkan pilihan sadar untuk menampilkan tokoh yang sedang belajar berubah, meski caranya tidak selalu rapi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Cynthia Nixon membela alur Miranda Hobbes dalam And Just Like That, sekuel Sex and the City, dalam wawancara dengan The New York Times.
- Nixon menyukai sisi rapuh Miranda, termasuk kesedihan, pergulatan dengan alkohol, dan kecanggungan dalam proses berubah.
- Sebagian penggemar merasa terkejut dengan usaha Miranda menjadi lebih sadar secara politik, yang menurut Nixon dilakukan dengan cara yang tidak sempurna.
- Perjalanan Miranda mencakup pertanyaan atas pernikahannya dengan Steve Brady, kariernya, dan identitasnya, serta hubungan dengan Che Diaz dan Joy.
- Nixon menilai perubahan Miranda sebagai pilihan cerita yang disengaja, bukan kecelakaan.


