Tuesday, 3 November 2026
Nanggroe

Banjir, Longsor, dan Abrasi di Pidie Jaya: 1.450 Keluarga di 28 Gampong Terdampak

Tim gabungan memantau kondisi sungai di Pidie Jaya, Aceh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya mencatat sebanyak 1.450 keluarga terdampak bencana di daerah itu. Bencana yang melanda meliputi banjir, longsor, dan abrasi, dan tersebar di 28 gampong atau desa dalam 8 kecamatan.

Jumlah warga yang terdampak tidak sedikit. BPBD Pidie Jaya mencatat 4.870 jiwa merasakan dampak bencana tersebut. Angka itu menggambarkan luasnya wilayah yang terkena, karena satu bencana jarang berhenti di satu gampong saja ketika pemicunya adalah hujan deras dan kondisi sungai yang meluap.

Dampak bencana tidak hanya dirasakan di rumah-rumah warga. Sawah dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan, sehingga kehidupan sehari-hari warga terganggu di banyak sisi sekaligus. Ketika rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum terdampak bersamaan, pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis bantuan.

Untuk merespons situasi itu, tim gabungan dari kementerian bersama unsur pemerintah daerah memantau sungai-sungai di Pidie Jaya pada Senin, 2 November 2026. Pemantauan sungai menjadi langkah penting karena kondisi aliran sungai menentukan apakah banjir susulan masih mungkin terjadi dan wilayah mana yang perlu mendapat perhatian lebih dulu.

Mengapa bencana ini terjadi? BPBD Pidie Jaya mengaitkan bencana tersebut dengan hujan deras dan kondisi sungai di wilayah itu. Kombinasi curah hujan tinggi dengan daya tampung sungai yang terbatas kerap menjadi pemicu banjir dan longsor di daerah aliran sungai, terutama ketika air menggerus tebing dan tanggul di sekitar permukiman.

Data yang dicatat BPBD ini menjadi dasar bagi penanganan lanjutan. Dengan rincian 1.450 keluarga, 4.870 jiwa, 28 gampong, dan 8 kecamatan, pemerintah dapat memetakan kebutuhan di tiap wilayah, mulai dari bantuan darurat bagi warga terdampak hingga perbaikan fasilitas yang rusak.

Bagi warga Pidie Jaya, yang terpenting saat ini adalah memastikan bantuan sampai ke gampong-gampong terdampak dan kondisi sungai terus dipantau agar risiko bencana susulan dapat ditekan. Pemantauan bersama yang dilakukan tim kementerian dan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya itu, sembari pendataan dampak terus diperbarui.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BPBD Kabupaten Pidie Jaya mencatat 1.450 keluarga atau 4.870 jiwa terdampak bencana di 28 gampong dalam 8 kecamatan.
  • Bencana yang terjadi meliputi banjir, longsor, dan abrasi, dengan kerusakan pada rumah, sawah, dan fasilitas umum.
  • Tim gabungan kementerian dan pemerintah daerah memantau sungai-sungai di Pidie Jaya pada Senin, 2 November 2026.
  • BPBD mengaitkan bencana dengan hujan deras dan kondisi sungai di wilayah tersebut.
  • Data dampak ini menjadi dasar pemetaan kebutuhan bantuan dan perbaikan di tiap wilayah terdampak.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *