Rocket Lab meluncurkan misi ke-99 dalam sejarahnya pada Senin, 2 November, dengan mengantarkan sebuah satelit pengamat Bumi milik swasta Jepang ke orbit. Misi yang diberi nama “The Sea God Surveys” ini menggunakan roket Electron, kendaraan peluncur andalan Rocket Lab yang dirancang khusus untuk mengantarkan satelit berukuran kecil dan menengah ke orbit Bumi.
Satelit yang dibawa dalam misi ini adalah satelit pengamat Bumi berbasis radar milik perusahaan Jepang iQPS. Satelit semacam ini bekerja dengan memancarkan gelombang radar ke permukaan Bumi dan merekam pantulannya, sehingga dapat menghasilkan citra permukaan tanpa bergantung pada cahaya Matahari. Karena itu, satelit radar tetap dapat mengamati Bumi pada malam hari dan menembus awan, kondisi yang kerap menghambat satelit optik biasa.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi Rocket Lab karena menandai misi ke-99 perusahaan tersebut. Jumlah misi yang mendekati seratus menunjukkan ritme peluncuran yang semakin padat bagi perusahaan peluncur swasta, seiring meningkatnya permintaan pengiriman satelit kecil dari berbagai negara dan perusahaan. Bagi operator satelit, peluncuran khusus dengan roket kecil seperti Electron memberi keleluasaan memilih orbit dan jadwal yang sesuai dengan kebutuhan misinya, tanpa harus menunggu berbagi tempat dengan muatan lain yang lebih besar.
Mengapa satelit pengamat Bumi berbasis radar menjadi penting? Data pengamatan Bumi digunakan untuk banyak keperluan praktis, mulai dari memantau perubahan lahan dan wilayah pesisir, mendukung pertanian, hingga membantu penanganan bencana seperti banjir dan gempa. Citra radar yang dapat diambil dalam segala cuaca membuat data tetap tersedia justru pada saat-saat genting, misalnya ketika awan tebal menutupi wilayah yang sedang dilanda bencana. Karena itu, kehadiran satelit radar baru menambah pasokan data yang dapat dipakai pemerintah, peneliti, dan pelaku industri.
Bagi Jepang, peluncuran ini juga menegaskan peran perusahaan swasta dalam program keantariksaan negara itu. Satelit iQPS dikembangkan oleh perusahaan swasta, bukan semata oleh lembaga pemerintah, sehingga misi ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta kini mengambil peran nyata dalam penyediaan layanan pengamatan Bumi. Kerja sama lintas negara seperti ini, antara perusahaan peluncur dari satu negara dan operator satelit dari negara lain, sudah menjadi pola umum dalam industri antariksa masa kini.
Peluncuran misi “The Sea God Surveys” dapat disaksikan secara langsung melalui siaran yang disediakan Rocket Lab, sebagaimana lazimnya perusahaan itu menyiarkan proses peluncurannya kepada publik. Setelah satelit mencapai orbit dan melewati tahap pemeriksaan awal, operator akan mulai mengoperasikannya untuk mengumpulkan citra radar Bumi sesuai dengan rencana misinya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Rocket Lab meluncurkan misi ke-99 pada Senin, 2 November, membawa satelit pengamat Bumi swasta Jepang ke orbit.
- Misi bernama “The Sea God Surveys” ini menggunakan roket Electron.
- Satelit yang dibawa adalah satelit radar milik perusahaan Jepang iQPS.
- Satelit radar dapat mengamati Bumi pada malam hari dan menembus awan, berbeda dengan satelit optik biasa.
- Data pengamatan Bumi berguna untuk pemantauan lahan, pertanian, dan penanganan bencana.


