Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di berbagai daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga banjir bandang, seiring mulainya periode musim hujan pada November 2026. Imbauan itu disampaikan di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan yang disertai potensi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat serta angin kencang. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar tanggul diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam durasi yang lama. Warga diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya serta mengikuti arahan evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun petugas di lapangan demi keselamatan jiwa.
Peningkatan kewaspadaan ini menyusul insiden jebolnya tanggul akibat hujan deras di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 1 November 2026, pukul 01.00 WIB. Peristiwa itu berdampak pada 112 jiwa, menyebabkan tujuh warga mengungsi, dan merusak 34 rumah dengan estimasi area terdampak seluas tiga kilometer persegi.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi tim gabungan dari BPBD Kota Bandung bersama Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, unsur kewilayahan, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan penanganan darurat, mulai dari koordinasi, pembersihan sisa lumpur, hingga pemeriksaan kondisi rumah warga. Sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing, namun BNPB mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan di tengah masa peralihan musim ini.
Kewaspadaan khusus juga ditekankan bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, Jawa Timur, agar menghindari alur sungai yang berpotensi diterjang banjir lahar, terutama saat hujan turun di kawasan hulu. Hal itu berkaitan dengan tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru. Laporan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat hujan deras berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi, dengan amplitudo maksimal terdeteksi mencapai 65 milimeter.
Sebagai langkah antisipasi dan koordinasi, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BNPB serta BPBD setempat untuk memantau perkembangan informasi kebencanaan, atau melaporkan kejadian darurat melalui layanan nomor 117. BNPB berharap kesiapsiagaan sejak awal musim hujan dapat menekan risiko korban dan kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Apa poin penting dari berita ini?
- BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga banjir bandang seiring mulainya musim hujan pada November 2026.
- Berdasarkan prakiraan BMKG per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan dengan potensi hujan sedang hingga lebat serta angin kencang.
- Warga di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, dan sekitar tanggul diminta waspada saat hujan deras berlangsung lama dan mengikuti arahan evakuasi BPBD.
- Tanggul jebol di Cipaganti, Kota Bandung, pada 1 November 2026 berdampak pada 112 jiwa, tujuh warga mengungsi, dan 34 rumah rusak.
- Warga di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru diminta menghindari alur sungai berpotensi banjir lahar, dan kejadian darurat dapat dilaporkan ke nomor 117.


