Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan meluncurkan program membaca dan menulis Al Quran bagi siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) mulai tahun depan. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya strategis membentuk generasi muda yang religius dan berakhlak mulia di wilayah tersebut.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan rencana itu di Karawang pada Minggu, 1 November 2026. Ia menyebut program tersebut juga akan mencakup jenjang taman kanak-kanak (TK), sehingga pembinaan Al Quran dimulai sejak usia dini.
Penerapan program akan dilakukan melalui muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dengan cara itu, pembelajaran Al Quran dapat terintegrasi secara fleksibel tanpa mengganggu kurikulum akademik utama yang sudah berjalan.
Gandeng organisasi dan lembaga keagamaan
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karawang berencana menggandeng sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pendampingan kepada peserta didik dalam mempelajari Al Quran sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga terbiasa dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Wawan Setiawan, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pembahasan menyeluruh bersama para pemangku kepentingan sebelum program ini resmi diterapkan. Pembahasan itu menjadi tahap persiapan yang menentukan, agar program berjalan terarah dan benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik.
Beberapa aspek krusial yang akan dibahas meliputi penyempurnaan kurikulum, penyusunan jadwal pelaksanaan, hingga penentuan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ketiga aspek ini saling berkaitan: kurikulum menentukan materi, jadwal menentukan waktu, dan metode menentukan cara materi itu sampai kepada anak.
Program seperti ini menuntut kesiapan guru dan pendamping. Muatan lokal dan ekstrakurikuler hanya akan efektif bila pengajarnya memahami karakter anak usia sekolah dasar dan menengah pertama, serta mampu membuat pembelajaran Al Quran terasa menyenangkan, bukan sekadar tambahan beban.
Jika berjalan sesuai rencana, program baca tulis Al Quran di Karawang bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah mengintegrasikan pembinaan karakter religius ke dalam sistem pendidikan formal tanpa mengorbankan capaian akademik. Kuncinya ada pada persiapan yang matang, termasuk kurikulum, jadwal, dan metode yang kini sedang dibahas Disdikbud bersama para pemangku kepentingan.
Suggested read: OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Pertemukan 497 Finalis dari 54 Kampus
Apa poin penting dari berita ini?
- Pemerintah Kabupaten Karawang akan meluncurkan program membaca dan menulis Al Quran bagi siswa SD hingga SMP, termasuk TK, mulai tahun depan.
- Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya strategis membentuk generasi muda yang religius dan berakhlak mulia di Kabupaten Karawang.
- Penerapannya dilakukan melalui muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler, sehingga pembelajaran Al Quran terintegrasi secara fleksibel tanpa mengganggu kurikulum akademik utama.
- Pemkab Karawang berencana menggandeng organisasi dan lembaga keagamaan untuk memperkuat pendampingan peserta didik dalam mempelajari Al Quran sejak usia dini.
- Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan, menyatakan pihaknya akan membahas secara menyeluruh kurikulum, jadwal pelaksanaan, dan metode pembelajaran bersama para pemangku kepentingan sebelum program resmi diterapkan.


